ManadoSulutkita.com–Perhelatan Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) ke 35 yang direncanakan akan digelar di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, pada tanggal 27–31 Agustus 2026 mendatang semakin menarik disimak.
Teranyar, bakal calon Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Abdussalam Shohib yang akrab disapa Gus Salam melakukan agenda silahturahim ke Sulawesi Utara (Sulut).
Agenda yang kerap disebut Gus Salam sebagai wisata Nahdaltul Ulama itu menghadirkan seluruh Pengurus Cabang NU se Sulut serta Pengurus Wilayah NU, di hotel Swiss Bell, Kamis (6/8/2026).
Silahturahmi yang berlangsung penuh dengan rasa persaudaraan dan penuh dengan kesejukan itu diawali dengan pemaparan profil Gus Salam yang disampaikan kakak kandungnya KH Abdul Muid Shohib atau yang akrab disapa Gus Muid.
Gus Muid sendiri merupakan, salah satu dzurriyah atau keturunan keluarga besar pendiri Pondok Pesantren Lirboyo Kediri, Jawa Timur, yang juga aktif sebagai pengasuh pesantren Assalamah Lirboyo.
Gus Muid mengatakan, terima kasih kepada seluruh PCNU se Sulut dan PWNU yang telah berkenan hadir pada agenda silahturahmi ini.
Tentunya pertemuan ini merupakan kebiasaan yang dilakukan segenap seluruh warga NU dimanapun berada. Kata dia, melihat langsung dan mendengar kondisi dimasing-masing PCNU dan PWNU disetiap daerah adalah hal yang lazim dilaksanakan.
“Pertama-tama tentunya kami haturkan terima kasih telah menerima Gus Salam dan rombongan datang berkunjung ke Sulut. Gus Salam ini sendiri merupakan adik kandung saya. Pendidikannya lebih banyak diasuh oleh orang tua kami kemudian belajar dibeberapa pondok pesantren di Jawa Timur,”ujar Gus Muid.
Sementara untuk jabatan di organisasi Gus Salam tahun 2002, menduduki jabatan pengurus Lembaga Bahtsul Masail NU (LBMNU) Kota Kediri. Kemudian di tahun 2009, ia menjabat sebagai pengurus LBMNU Jombang dan dilanjutkan masuk jajaran Syuriyah PCNU Jombang tiga tahun setelahnya.
“Pada 2015, Gus Salam menjabat sebagai Katib PBNU. Di tahun 2018, Gus Salam kemudian menduduki jabatan Wakil Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur. Dan merupakan pengasuh pondok pesantren Mambaul Ma’arif Denanyar, Jombang,”terangnya.
Sementara itu, Ketua PWNU Sulut KH Ulyas Taha mengatakan, selamat datang kepada Gus Salam ke bumi Nyiur Melambai. Kata dia, bagi keluarga besar NU Sulut siapa saja yang datang bersilahturahmi ke sini pihaknya membuka pintu selebar-lebarnya, meskipun dalam kepentingan jelang Muktamar ke 35 di Jombang nanti.
“Disini Gus hadir seluruh PCNU se Sulut mines PCNU Boltim karena ketuanya belum lama ini meninggal dunia. Namun, sudah dikonfirmasi ada pelaksana tugas yang sedang dalam perjalanan. Tentunya kami sangat berterima kasih kepada Gus Salam yang merupakan cucu dari pendiri NU Almukaram Bisri Syansuri dapat menginjakkan kakinya dan bertatap muka dengan PWNU dan PCNU se Sulut. Ini merupakan suatu kebanggaan kami warga Nahdlatul Ulama di Sulut,”ungkap Kakanwil Kemenag Sulut itu.
Kemudian Gus Salam sendiri saat diberikan kesempatan untuk memaparkan maskud dan tujuannya ke Sulut mengatakan, silahturahmi itu dalam agama Islam adalah suatu keberkahan besar. Kata dia kehadiran disini tak muluk-muluk bertujuan untuk berkampanye atau menyampaikan gagasan besar terkait masa depan NU ke depan. Bagi dia forum ini jadikan sebagai ajang saling sharing terkait satu salam lain terkait dengan tantangan dan kondisi NU di Sulut.
“Apalagi Sulut ini memiliki slogan yang sangat luar biasa maknanya yakni Torang Samua Basudara atau kita semua bersaudara. Artinya anggaplah saya datang ke sini sebagai saudara. Maka tentunya yang namanya saudara itu ketika bertemu timbul rasa rindu dan cinta,”ujar Gus Salam berkelakar dan disambut haru oleh para peserta silahturahim.
Kemudian, agenda dilanjutkan dengan penyerahan buku karangan Gus Salam yang berjudul “Menjaga Langit Pesantren Dari Tradisi Menuju Peradaban” kepada seluruh peserta yang hadir. Kemudian agenda dilanjutkan dengan diskusi interaktif antara PCNU, PWNU dan Gus Salam.
Diketahui turut hadir, Katib Syuriah PWNU Sulut KH Yaser Bachmid, Rais Syuriah PWNU Sulut KH Sya’ban Mauluddin dan para jajaran PWNU Sulut lainnya.(fjr/*)







