JakartaSulutkita.com — Budaya organisasi yang kuat tidak selalu lahir dari rapat-rapat besar atau tumpukan surat keputusan. Seringkali, ia tumbuh dari kebiasaan kecil yang dilakukan bersama, lalu dijaga dengan konsistensi oleh seluruh jajaran.
Hal ini merupakan arahan yang disampaikan Anggota Bawaslu RI Herwyn Malonda disela-sela kegiatan.
Kata Malonda, dua inisiatif sederhana namun bermakna kini menjadi teladan praktik baik di lingkungan Bawaslu Kabupaten/Kota, yaitu program “Jumat Sehati” dan “Jumpa Berlian”. Keduanya dibuktikan dapat berjalan efektif tanpa membebani anggaran negara.
Jumat Sehati — Menyatu dalam Kesehatan & Ketenangan
Mantan Ketua Bawaslu Sulut itu menguraikan, kegiatan ini dilakukan setiap Jumat pagi, jajaran Bawaslu memulai hari bersama dengan semangat baru: berolahraga bersama untuk menjaga kesehatan, sesi rohani singkat yang bersifat lintas agama untuk menenangkan hati, serta pemeriksaan kesehatan berkala. Tubuh yang sehat dan hati yang tenang adalah modal utama untuk bekerja dengan jujur dan berkualitas.
Jumpa Berlian — Merawat Kantor, Merawat Nilai
Sementara itu, program Jumpa Berlian mengajak seluruh jajaran untuk bergotong royong membersihkan dan menata lingkungan kantor, menanam serta merawat pohon, sekaligus menyebarkan nilai kejujuran dan kepedulian kepada masyarakat sekitar.
Teladan dari Enam Daerah
Dalam edisi terbaru program TERAS – HJM, praktik baik ini ditampilkan dari enam daerah yang telah menjalankannya dengan gemilang:
– ✅ Kota Banda Aceh
– ✅ Kabupaten Buleleng
– ✅ Kabupaten Merauke
– ✅ Kabupaten Kapuas
– ✅ Kota Jakarta Barat
– ✅ Kabupaten Jembrana
“Setiap daerah memiliki caranya sendiri: ada yang menguatkan kebersamaan melalui olahraga, ada yang menyediakan ruang refleksi melalui kegiatan spiritual, dan ada pula yang merawat lingkungan melalui kerja bersama. Kedekatan Bawaslu dengan masyarakat setempat membuat gagasan sederhana ini menjadi tindakan yang nyata dan relevan,”ujar HM sapaan akrabnya.
Koordinator Divisi Sumber Daya Manusia (SDM), Organisasi, dan Diklat Bawaslu RI itu menambahkan, ketika kebiasaan baik dilakukan secara berkelanjutan, kegiatan akan tumbuh menjadi budaya. Budaya itulah yang memperkuat hubungan antarjajaran, menghadirkan lingkungan kerja yang sehat, dan mendukung kinerja lembaga.”
“Sebuah pelajaran berharga: perubahan besar dimulai dari langkah kecil yang dilakukan bersama. Tanpa biaya besar, tanpa aturan rumit — cukup dengan niat tulus dan konsistensi,”terang putra Kakas Minahasa itu.(fjr/*)







