BoltimSulutkita.com–Bupati Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Oskar Manoppo, menghadiri kegiatan Pelatihan Penyegaran Mikroskopis Malaria bagi Tenaga Ahli Teknologi Laboratorium Medik (ATLM) di puskesmas dan rumah sakit se-Kabupaten Bolaang Mongondow Timur Tahun 2026.
Kegiatan yang diselenggarakan Pemerintah Kabupaten Boltim melalui Dinas Kesehatan bekerja sama dengan UPTD Balai Pelatihan Kesehatan (Bapelkes) Provinsi Sulawesi Utara tersebut berlangsung pada Selasa (9/6/2026) di Bapelkes Manado.
Pelatihan ini bertujuan meningkatkan kompetensi tenaga laboratorium dalam pemeriksaan mikroskopis malaria yang masih menjadi salah satu metode penting dalam mendukung upaya pengendalian dan eliminasi malaria.
Dalam kesempatan itu, Bupati Oskar Manoppo menegaskan bahwa pelatihan tersebut merupakan wujud komitmen Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Timur dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat, khususnya dalam mendukung upaya eliminasi malaria di daerah.
“Pelatihan ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat, khususnya dalam mendukung upaya eliminasi malaria di Kabupaten Bolaang Mongondow Timur,” ujar Oskar.
Ia menjelaskan bahwa eliminasi malaria merupakan upaya memutus rantai penularan hingga tidak lagi ditemukan kasus penularan setempat. Menurutnya, kasus malaria yang saat ini ditemukan di Boltim umumnya berasal dari riwayat perjalanan ke daerah endemis, termasuk Papua dan sejumlah kawasan pertambangan.
“Situasi ini menuntut kewaspadaan dan kesiapsiagaan seluruh tenaga kesehatan. Karena itu, kemampuan tenaga laboratorium dalam mendeteksi dan memastikan kasus malaria secara cepat dan akurat harus terus ditingkatkan,” katanya.
Lebih lanjut, Bupati menekankan bahwa di tengah perkembangan teknologi diagnostik kesehatan, kompetensi pemeriksaan mikroskopis tetap menjadi keterampilan dasar yang harus dipertahankan. Kemampuan tersebut merupakan salah satu kompetensi utama tenaga ATLM dalam pemeriksaan malaria.
“Di tengah perkembangan teknologi diagnostik kesehatan, termasuk penggunaan rapid diagnostic test (RDT), kompetensi dalam pemeriksaan mikroskopis tetap harus dijaga dan ditingkatkan. Keterampilan tersebut menjadi fondasi penting dalam menjamin akurasi hasil pemeriksaan dan pengambilan keputusan medis,” ungkapnya.
Bupati berharap melalui pelatihan ini akan lahir tenaga laboratorium yang semakin profesional, kompeten, dan siap menjadi garda terdepan dalam mendukung terwujudnya Indonesia bebas malaria, khususnya di Kabupaten Bolaang Mongondow Timur.
Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh jajaran UPTD Bapelkes Provinsi Sulawesi Utara, Dinas Kesehatan Kabupaten Bolaang Mongondow Timur, para fasilitator pelatihan, serta peserta yang terdiri dari tenaga Ahli Teknologi Laboratorium Medik (ATLM) dari puskesmas dan rumah sakit di wilayah Boltim.(Jhodi/*)







