Desa Moyag Tampoan Miliki Pj Sangadi, Wali Kota Kotamobagu : Jaga Stabilitas dan Bangun Kebersamaan Masyarakat

Wali Kota Kotamobagu Weny Gaib saat melantik Pj Sangadi Moyag Tampoan.

KotamobaguSulutkita.com–Wali Kota Kotamobagu, dr. Weny Gaib, Sp.M, secara resmi melantik Djunaidi Simbala sebagai Penjabat (Pj) Sangadi (Kepala Desa) Moyag Tampoan yang ke-20. Prosesi pelantikan yang berlangsung khidmat ini menjadi momentum penting untuk mengakselerasi roda pemerintahan desa sekaligus merajut kembali persatuan warga.

Dalam penyampaiannya, Wali Kota dr. Weny Gaib, Sp.M menekankan bahwa tugas mendesak dan paling utama bagi pejabat yang baru adalah menjaga stabilitas keamanan serta membangun kembali kebersamaan masyarakat yang sempat renggang akibat kontestasi politik.

“Tentu dengan pelantikan pejabat yang baru ini, diharapkan bisa menjadi langkah awal untuk kembali mewujudkan pembangunan kemasyarakatan yang lebih baik. Dan yang paling utama adalah menjaga kebersamaan, menjaga keamanan, ketertiban, kenyamanan dari seluruh masyarakat sehingga terjalin suasana penuh kekeluargaan dalam satu desa. Nah, ini harapan utama dari kami selaku pemerintah daerah,” ujar Wali Kota dr. Weny Gaib, Sp.M.

Selain menjaga keharmonisan warga, Wali Kota juga meminta agar pemerintah desa membangun komunikasi vertikal yang kuat demi menyelaraskan pembangunan di tingkat desa dengan visi besar Pemerintah Kota Kotamobagu.

Merespons amanah tersebut, Pj Sangadi Moyag Tampoan yang baru dilantik, Djunaidi Simbala, menyatakan kesiapan penuh untuk mengemban tanggung jawab besar ini. Ia menegaskan jabatan ini bukanlah sekadar posisi formal, melainkan sebuah pengabdian kepada masyarakat.

“Terima kasih atas amanah, kepercayaan, dan kehormatan yang telah Bapak Wali Kota berikan kepada saya. Sebagai Penjabat Sangadi Moyag Tampoan yang baru dilantik, saya sadar betul bahwa jabatan ini bukan sekadar posisi, melainkan sebuah tanggung jawab besar untuk melayani masyarakat dan memajukan desa,” kata Djunaidi.

Djunaidi juga membeberkan tiga target dan prioritas utamanya selama memimpin desa, dengan menempatkan rekonsiliasi pasca-Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di urutan pertama.

Rekonsiliasi Warga dan Keberlanjutan Program: “Target utama saya adalah menyatukan kembali masyarakat yang sempat terpecah karena persoalan beda pilihan kemarin. Jadi, target pertama ini untuk masyarakat yang bertikai karena Pilkada kemarin, itu prioritas utama. Yang kedua, menyelesaikan program-program yang belum selesai dikerjakan oleh pejabat lama sebelumnya,” tegasnya.

Menjaga Amanah dan Bersinergi: Menjalankan roda pemerintahan desa secara transparan, akuntabel, serta siap mengikuti arahan Pemerintah Kota Kotamobagu untuk bersinergi dengan seluruh elemen masyarakat Moyag Tampoan.

Meningkatkan Pelayanan Publik: Memastikan pelayanan publik berjalan optimal secara maksimal tanpa membeda-bedakan latar belakang masyarakat. “Kalau soal pelayanan, jelas saja itu akan saya lakukan semaksimal mungkin, baik yang secara kemasyarakatan maupun dengan pemerintah, secara adil dan tanpa tebang pilih,” tambahnya.

Di akhir penyampaiannya, Djunaidi secara terbuka mengharapkan dukungan penuh dari jajaran eksekutif. “Mohon bimbingan, koreksi, dan dukungan dari Bapak Wali Kota serta seluruh jajaran Pemkot Kotamobagu selama saya mengemban tugas ini,” tuturnya.

Pelantikan Djunaidi Simbala membawa angin segar tersendiri bagi warga Moyag Tampoan. Sukacita masyarakat tercermin dari kehadiran massa yang memadati lokasi acara demi memberikan dukungan secara langsung. Menariknya, pergerakan massa dan pemenuhan seluruh akomodasi konsumsi lahir dari swadaya dan gotong royong warga secara organik tanpa adanya mobilisasi politik.

Koordinator Imam setempat, Haris Kadir, mengungkapkan rasa syukur yang mendalam karena kerinduan warga agar desa mereka dipimpin oleh figur dari dalam kampung sendiri akhirnya terwujud. Di periode-periode sebelumnya, posisi tersebut kerap diisi oleh pejabat dari luar wilayah.

“Kami sebagai masyarakat sangat bersyukur pada hari ini karena sudah lama diusulkan. Alhamdulillah pada hari ini sudah resmi dilantik pejabat yang baru. Harapan kami, insyaallah pejabat yang baru dilantik hari ini dapat melaksanakan tugas dan amanah dengan disiplin, serta dapat mengambil hati masyarakat agar pembangunan dapat berjalan dengan baik dan lancar,” ungkap Haris Kadir.

Haris menambahkan, antusiasme masif ini muncul murni sebagai bentuk spontanitas. “Iya, spontanitas dari masyarakat karena baru kali ini ada pejabat dari dalam kampung sendiri. Jadi antusias masyarakat besar tanpa ada komando. Bahkan untuk konsumsi, semua masyarakat yang mengantar makanan dan keperluan disokong oleh masyarakat secara spontanitas,” pungkasnya.(BM/*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *