Praktek Jual Beli Proyek Menyeruak di BPJN Sulut, Kasatker Wilayah I Ringgo Radetyo Diduga Gunakan Peluncur “Caco” Minta Upeti ke Kontraktor 

Foto Flayer dugaan pungli

ManadoSulutkita.com — Dugaan praktik pungutan liar dan jual beli proyek mencuat di lingkungan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sulawesi Utara Wilayah 1. Kasatker yang dikenal dengan nama Ringgo diduga kuat menjalankan praktik tidak terpuji tersebut dengan menggunakan orang kepercayaan sebagai perantara utama. Informasi ini diungkapkan oleh sumber yang dapat dipercaya yang mengetahui langsung mekanisme yang terjadi di lapangan.

🔄 Diduga Ada Perantara — “Caco” Jadi Tangan Kanan

Berdasarkan keterangan sumber, Kasatker Ringgo tidak bergerak sendirian. Ringgo diduga menunjuk seorang lelaki berinisial C alias Caco untuk menjalankan operasi tersebut. Caco inilah yang diduga berperan sebagai penghubung langsung dengan para kontraktor, menerima uang, dan memberikan janji-janji terkait pemenangan proyek.

📋 Mekanisme yang Diduga Terjadi

“Caco mendatangi atau dihubungi para kontraktor, lalu meminta sejumlah uang dengan janji jaminan akan memenangkan tender. Namun kenyataannya, dari sekian banyak kontraktor yang menyerahkan uang, hanya satu yang keluar sebagai pemenang. Sementara uang yang sudah diambil dari kontraktor lain, dikembalikan secara bertahap atau dicicil dalam jangka waktu yang lama,” ungkap sumber.

Pola ini dinilai sangat cerdik namun merugikan. Dengan adanya perantara, pejabat yang bersangkutan terlihat seolah-olah tidak terlibat langsung, padahal semua aliran dana dan keputusan diduga berpusat pada dirinya.

⚠️ Kerugian yang Dirasakan

– ❌ Kontraktor terbebani biaya tidak resmi jauh sebelum proyek dimulai

– ❌ Persaingan usaha tidak sehat — kemenangan ditentukan bukan oleh kualitas dan harga, melainkan oleh siapa yang membayar

– ❌ Uang dikembalikan secara berlarut-larut, mengganggu arus kas perusahaan kontraktor, bahkan ada yang belum dikembalikan sama sekali

– ❌ Dana negara terancam tidak digunakan secara optimal karena pemenang belum tentu yang paling kompeten

– ❌ Kontraktor kecil terancam gulung tikar karena terbebani biaya yang tidak seharusnya ada

📢 Masyarakat & Pelaku Usaha Mendesak: APH Segera Turun Tangan

Mengingat beratnya dugaan pelanggaran yang terjadi, masyarakat dan dunia usaha di Sulawesi Utara mendesak aparat penegak hukum untuk:

– ✅ Menyelidiki secara mendalam dugaan ini, termasuk peran Kasatker Ringgo dan perantaranya, C alias Caco

– ✅ Memeriksa keduanya serta pihak-pihak lain yang diduga terlibat

– ✅ Memverifikasi dokumen dan proses pengadaan yang berlangsung selama ini

– ✅ Memberikan perlindungan kepada kontraktor yang berani bersaksi

– ✅ Menindak tegas siapa pun yang terbukti terlibat, tanpa pandang bulu

Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi dari pihak BPJN Sulut Wilayah 1, Kasatker Ringgo, maupun pihak Caco terkait tuduhan ini. Masyarakat berharap aparat penegak hukum segera turun tangan agar kebenaran dapat terungkap secara transparan dan kepercayaan terhadap lembaga pemerintah tetap terjaga.(**)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *