Dilirik Banyak Pihak, DLH Sulut Ungkap Dibalik Suksesnya Program Adiwiyata SMP 4 Kotamobagu

DLH Sulut saat melakukan kunjungan ke SMPN 4 Kotamobagu.

KotamobaguSulutkita.com–Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 4 Kotamobagu kembali mengukuhkan posisinya sebagai pionir dalam dunia pendidikan berbasis lingkungan.

Keberhasilan ini menarik perhatian Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) dan Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) untuk melakukan kunjungan studi tiru program Adiwiyata pada Kamis (09/07/2026).

​Rombongan lintas daerah tersebut, yang turut dihadiri langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Boltim, datang dengan misi khusus untuk mempelajari rahasia sukses tata kelola lingkungan yang diterapkan secara konsisten di sekolah ini.

​Dalam kunjungan tersebut, rombongan diajak berkeliling untuk melihat langsung berbagai fasilitas dan inovasi ramah lingkungan yang dikelola secara aktif oleh pihak sekolah dan siswa. Beberapa poin keunggulan yang menjadi sorotan antara lain: ​Pengelolaan Sampah Mandiri dengan sistem pemilahan sampah yang terstruktur dari hulu ke hilir.

Selain itu ada taman edukasi hijau dengan pemanfaatan lahan sekolah menjadi area asri bernilai edukatif. disisi lain sekolah juga menerapkan Kurikulum Berbasis Lingkungan, dengan keterlibatan aktif siswa dalam aksi nyata penyelamatan lingkungan sehari-hari.

“Pendidikan lingkungan harus ditanamkan sejak dini agar menjadi kebiasaan positif yang berkelanjutan.” Ujar Erni Mokodompit, Kepala SMP Negeri 4 Kotamobagu.

​Kepala SMP Negeri 4 Kotamobagu, Erni Mokodompit, menegaskan bahwa predikat sekolah Adiwiyata bukanlah hasil kerja semalam, melainkan buah dari komitmen kolektif. Sinergi yang kuat antara guru, siswa, hingga dukungan penuh orang tua murid menjadi fondasi utama keberhasilan mereka.

​Erni juga menyatakan bahwa pihaknya sangat terbuka untuk berbagi ilmu demi kemajuan pendidikan di Sulawesi Utara. Ia berharap inovasi yang ada di SMPN 4 Kotamobagu bisa diadaptasi dan dikembangkan di sekolah-sekolah lain.

​Kunjungan studi tiru ini diharapkan tidak hanya menjadi ajang berbagi inspirasi, tetapi juga memperkuat sinergi antar-daerah di Sulut. Dengan adanya kolaborasi ini, target untuk menciptakan lebih banyak ekosistem sekolah ramah lingkungan di bumi Nyiur Melambaikan optimis dapat segera terwujud.(BM/*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *