Wakili Wali Kota, Asisten I Pemkot Buka Duta Cegah Stunting Remaja Tingkat Kota Kotamobagu 2026

Foto Sahaya Mokoginta

KotamobaguSulutkita.com–Wali Kota Kotamobagu, dr. Weny Gaib, menekankan pentingnya peran generasi muda dalam memutus rantai stunting di wilayahnya.

Hal ini disampaikan dalam sambutan tertulis yang dibacakan oleh Asisten I Pemerintah dan Kesejahteraan Rakyat, Sahaya Mokoginta, pada pembukaan Penilaian Lomba Duta Cegah Stunting Remaja Tingkat Kota Kotamobagu tahun 2026.

Dalam sambutan tersebut, dr. Weny Gaib memberikan apresiasi tinggi kepada Tim Penggerak PKK Provinsi Sulawesi Utara dan Kota Kotamobagu yang telah menginisiasi kegiatan ini sebagai bentuk dedikasi nyata bagi masyarakat.

Wali Kota menegaskan bahwa stunting adalah permasalahan serius yang memerlukan penanganan komprehensif. Menurutnya, dampak stunting jauh melampaui masalah pertumbuhan fisik saja.

“Stunting harus kita tangani karena tidak hanya berdampak pada pertumbuhan fisik, tetapi juga pada pembangunan kecerdasan dan kualitas sumber daya manusia di masa depan,” tegas Sahaya saat membacakan sambutan tersebut.

Oleh karena itu, keterlibatan remaja melalui program Duta Cegah Stunting menjadi krusial untuk mengedukasi masyarakat secara lebih luas dan dekat dengan generasi muda.

Kepada para peserta, Wali Kota berpesan agar ajang ini tidak hanya dipandang sebagai kompetisi semata, melainkan sebagai wadah untuk belajar dan menunjukkan kepedulian sosial. Para remaja diharapkan mampu menjadi agen perubahan (agent of change) di lingkungan masing-masing.

Adapun tugas utama bagi para Duta Cegah Stunting terpilih nantinya meliputi:

Menjadi Inspirasi: Menjadi contoh bagi teman sebaya dalam menerapkan gaya hidup sehat.

Edukasi Gizi: Mensosialisasikan pentingnya pemenuhan gizi seimbang sejak usia dini.

Pola Hidup Sehat: Mengajarkan pentingnya menjaga kesehatan sejak remaja serta menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).

Acara yang berlangsung khidmat ini turut dihadiri oleh tim penilai dari Provinsi Sulawesi Utara (Pokja IV PKK dan Dinas Kesehatan), pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), camat, lurah, hingga kepala sekolah se-Kota Kotamobagu.

Kegiatan resmi dibuka dengan harapan agar seluruh rangkaian penilaian mendapatkan hasil terbaik demi mewujudkan generasi Kota Kotamobagu yang sehat, cerdas, dan bebas stunting.(BM/*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *