Insiden Nahas Drag Race Kotamobagu Ditarik ke Polda Sulut, Kapolda Janji Akan Transparan 

Wali Kota Kotamobagu saat mendampingi Kapolda Sulut meninjau lokasi kejadian kecelakaan drag race.

KotamobaguSulutkita.com–Usai menghadiri pemakaman salah satu korban meninggal dunia, Nilawati Mokodongan, Kapolda Sulawesi Utara Irjen Pol. Dr. Roycke Harry Langie, S.I.K., M.H., bersama Wali Kota dan unsur Forkopimda langsung membesuk para korban luka insiden drag race di Rumah Sakit (RS) Monompia Kotamobagu, Senin (10/08/2026).

​Di sela-sela kunjungan tersebut, Kapolda menegaskan bahwa pihak Polda Sulawesi Utara resmi mengambil alih penanganan kasus musibah kecelakaan maut ini dari Polres setempat demi menjamin transparansi serta akuntabilitas penegakan hukum.

​”Penyelidikan mendalam sedang berlangsung. Saya akan menarik kasus ini supaya kita lebih terbuka dan akuntabilitas penegakan hukum betul-betul dilaksanakan,” tegas Irjen Pol. Roycke Harry Langie saat memberikan keterangan pers di RS Monompia Kotamobagu.

​Kapolda mengungkapkan bahwa hingga saat ini tim penyidik telah memeriksa lima orang saksi, termasuk pengemudi kendaraan yang terlibat musibah. Pengemudi dinilai memiliki potensi besar ditetapkan sebagai tersangka akibat faktor kealpaan.

​Selain pengemudi, Polda Sulut juga akan memanggil dan memeriksa seluruh pihak terkait, termasuk panitia penyelenggara acara, guna mengevaluasi penerapan mekanisme dan prosedur keselamatan di lapangan.

“Semua pihak akan kita periksa, kita lihat alurnya dari panitia penyelenggara, apakah mekanisme diikuti atau tidak. Namun, kita tetap mengedepankan asas praduga tidak bersalah,” ujar Kapolda.

​Berdasarkan data resmi kepolisian, total korban dalam musibah ini berjumlah 17 orang dengan rincian:

  • ​Meninggal dunia: 8 orang
  • ​Luka Berat (dalam perawatan intensif): 8 orang
  • ​Luka ringan: 1 orang

​Dalam kesempatan itu, Kapolda menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada seluruh keluarga korban meninggal dunia dan mendoakan kesembuhan bagi korban yang tengah menjalani perawatan intensif.

​Ia juga mengapresiasi langkah cepat Wali Kota Kotamobagu, Dandim, dan Kapolres dalam penanganan pasca-musibah.

​”Ini adalah kejadian di luar dugaan kita bersama. Mari kita jadikan ini sebagai proses pembelajaran, tetap bersatu padu, dan saling bergandengan tangan,” pungkasnya.(BM/*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *