Usung Pilar Sejarah NU, BUMA Ansor Sulut Dorong Ekosistem Ekonomi di Peluncuran Ansor Mart Bolmong

Ketua Umum GP Ansor Addin Jauharudin saat meresmikan Ansor Marta di Bolmong.

BolmongSulutkita.com – Peresmian Ansor Mart di Desa Tanoyan Utara, Kabupaten Bolaang Mongondow, Senin (3/8/2026) menjadi momentum penting dalam memperkuat kemandirian ekonomi kader Gerakan Pemuda (GP) Ansor di Sulawesi Utara.

Kehadiran unit usaha ini diproyeksikan menjadi percontohan sekaligus stimulus bagi seluruh Pimpinan Cabang (PC) GP Ansor di Sulawesi Utara untuk membangun unit usaha produktif berbasis potensi daerah masing-masing.

Ketua Umum Pengurus Pusat GP Ansor, Dr. H. Addin Jauharudin, S.Pd., M.Si mengingatkan bahwa gerakan ekonomi kerakyatan merupakan bagian mendasar dari pilar sejarah lahirnya Nahdlatul Ulama (NU).

“Embrio berdirinya NU berasal dari tiga organisasi utama, yakni Nahdlatut Tujjar (1918) yang bergerak di bidang ekonomi kerakyatan, Taswirul Afkar (1922) di bidang keilmuan dan sosial budaya, serta Nahdlatul Wathan (1924) yang bergerak di bidang kebangsaan dan pendidikan. Tiga hal ini merupakan pilar NU yang meliputi wawasan ekonomi kerakyatan, wawasan keilmuan-budaya, dan wawasan kebangsaan,”ujar Addin.

Komisaris Independen PT BSI itu menambahkan bahwa Badan Usaha Milik Ansor (BUMA)—yang saat ini telah memiliki 10 perusahaan holding di berbagai sektor strategis—hadir untuk melengkapi visi dasar berdirinya NU sekaligus menggairahkan semangat konsolidasi ekonomi kader Ansor di seluruh Indonesia.

“Saya harapkan BUMA Ansor Sulut dapat tumbuh berkembang pesat di masa yang akan datang. Saat ini di tengah kesulitan ekonomi yang dihadapi bangsa kita kemandirian ekonomi seperti sektor UMKM seperti adalah salah jalan keluar,”tandas mantan Ketua PB PMII itu.

Sejalan dengan arahan pimpinan pusat, Ketua PW GP Ansor Sulawesi Utara, Hamri Mokoagow, menyampaikan bahwa peresmian Ansor Mart ini merupakan langkah awal kebangkitan ekonomi organisasi di Sulawesi Utara yang akan terus diperluas ke tingkatan cabang.

“Ini adalah titik awal di Sulawesi Utara. Kita akan terus memperkuat dan mengembangkan unit-unit usaha sesuai dengan keunggulan komparatif masing-masing kabupaten/kota. Setelah ekosistem ekonomi kader di daerah makin solid, kita akan konsolidasikan bersama sahabat-sahabat Ansor se-Indonesia melalui gelaran Pertemuan Bisnis Ansor Nasional yang siap dilaksanakan di Sulawesi Utara,”jelas Hamri.
Konsolidasi Usaha Kader & Sektor Fokus BUMA

Di tempat yang sama Direktur BUMA Sulawesi Utara, Faisal Pranoto, menjelaskan bahwa peresmian Ansor Mart Tanoyan Utara ini menjadi stimulus nyata untuk mengakselerasi dan mengkonsolidasikan berbagai aktivitas ekonomi kader yang telah tumbuh dan berkembang pesat di Sulawesi Utara,

“Kami mensimulasikan sektor-sektor tersebut diantaranya peternakan ayam petelur di Kabupaten Kepulauan Sitaro
Perkebunan alpukat di Kabupaten Minahasa Utara, perkebunan jagung di Kabupaten Bolaang Mongondow Timur, serta berbagai lini aktivitas ekonomi produktif kader lainnya,”urai. Faisal.

Faisal menambahkan BUMA Sulawesi Utara saat ini memfokuskan pengembangan usaha pada sektor-sektor strategis yang berorientasi pada ketahanan pangan, pengelolaan sumber daya alam (SDA), penguatan UMKM, dan ekonomi kreatif.

“Melalui konsolidasi terarah ini, GP Ansor Sulawesi Utara optimistis dapat melahirkan struktur ekonomi organisasi yang mandiri, berdaya saing, dan memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan umat,”pungkasnya.

Tak lupa Penanggung Jawab Ansor Mart Tanoyan Utara sekaligus Pimpinan Divisi Inovasi dan Pengembangan Usaha BUMA Sulut, Sahabat Rudi Paputungan, menyampaikan terima kasih dan apresiasi mendalam kepada seluruh jajaran pimpinan.

“Terima kasih kepada Ketum, Ketua PW, Ketua PC, Direktur BUMA Pusat dan Provinsi, serta seluruh pihak atas dorongan dan kerja samanya sehingga peresmian Ansor Mart berjalan lancar dan sukses,”ujarnya.

Ia menambahkan, momen ini menjadi penyemangat bagi pihaknya untuk membesarkan Ansor Mart ke depannya, sekaligus menjadi stimulus bagi PC GP Ansor lainnya di Sulawesi Utara untuk bersama-sama membangun kemandirian ekonomi organisasi,”jelasnya.(rama/*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *