Masuk Jadi Warisan Budaya Bangsa, Pemkot Kotamobagu Anjurkan ASN Biasakan Gunakan Bahasa Mongondow

Asisten I Pemkot Kotamobagu Sahaya Mokoginta saat memimpin apel di halaman kantor Wali Kota.

KotamobaguSulutkita.com–Suasana apel pagi di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Kotamobagu terasa berbeda dari biasanya. Apel yang dipimpin oleh Asisten I Bidang Pemerintahan Sekretariat Daerah Kota Kotamobagu, Sahaya S. Mokoginta, S.STP., M.E., penuh warna lantaran disampaikan seluruhnya menggunakan Bahasa Mongondow.

​Langkah ini sontak membuat para peserta apel terkejut sekaligus antusias menyimak setiap pesan pimpinan.

​Mengawali amanatnya, Sahaya S. Mokoginta mengajak seluruh peserta apel untuk senantiasa memanjatkan rasa syukur kepada Allah SWT atas nikmat kesehatan dan kesempatan bertugas.

“Igai kita komintan mopoponik syukur kon tayowon Allah Subhanahu Wata’ala sin inogayan nya pa, barakat, badan mo moroton, moropot, Kon yosipun naton tana’a oyu’on pa koyow koi minimu komintan.” Ujar Sahaya.

​Selain itu, ia mengingatkan pentingnya momen peringatan kemerdekaan sebagai hari bersejarah bagi seluruh bangsa Indonesia dan masyarakat Bolaang Mongondow.

​Dalam kesempatan tersebut, Sahaya juga mengutarakan rasa bangga atas keberhasilan jajaran Pemkot Kotamobagu memperjuangkan pengakuan budaya daerah di tingkat nasional.

“Itoi naton ki Wali Kota dokter Wenny Gaib, Sp.M., bo ki Wakil Wali Kota Rendy V. Mangkat, S.H., M.H., nonongganut kon itoi minta in adat nogusul kon Pomarentah Pusat, kapunyaan adat naton Tari Dana-Dana bo Bahasa Mongondow mo balikpa budel negara. Alhamdulillah, inoyopakat in Pomarentah Pusat no tetapkan adat budaya naton, Tarian Dana-Dana bo Bahasa Mongondow nobalik budel (Warisan) Budaya Bangsa Indonesia.” Lanjutnya.

Menanggapi capaian tersebut, ia mengimbau seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) agar menjadi teladan dalam membiasakan penggunaan Bahasa Mongondow di kehidupan sehari-hari.

“Jadi mulai kon singgai tana’a, inggai kita komintan salalu pa tumo Mongondow bo salalu padoman ouman tomo Mongondow kota’ awan adi’ bo ompu naton. Ko’onda Umpaka kon kantor, sikola ko ondaka dika bi’ mo oya’ tu mo Mongondow pa kita.” kata Sahaya berharap.

Di akhir amanatnya, Asisten I tak lupa menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh ASN yang disiplin menghadiri apel.

“Tonga’ pa tua in podapot, sukur mo anto don kon namu tolu komintan, guya -guyang, ai – ai pegawai ta nongo jujur, noyo sipunpa kon dolodolom tana’a. Iyap ki ine mako no mangoi (hadir), bo dia’ no mamgoi (hadir) dika sia paison.” Tegas Asisten I ini.

Secara garis besar, pesan utama dalam apel ini menekankan empat hal penting yaitu wujud rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, Semangat menyambut Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, apresiasi penetapan tarian Dana-Dana dan Bahasa Mongondow sebagai Warisan Budaya Bangsa Indonesia, dan ajakan aktif bagi ASN untuk menggunakan Bahasa Mongondow di kantor, sekolah, maupun lingkungan masyarakat.

Kemeriahan apel ditutup dengan momen unik. Komandan Apel melapor dengan ucapan, “Apel aidon nopalut” (Apel telah selesai), yang kemudian dijawab langsung oleh Asisten I dengan kata “Pobuidon” (Bubar/Kembalilah). Jawaban spontan tersebut disambut senyum dan tawa hangat dari seluruh peserta apel.

Penggunaan Bahasa Mongondow dalam agenda formal ini menjadi bukti konkret komitmen Pemkot Kotamobagu dalam menjaga, melestarikan, dan mewariskan identitas budaya daerah kepada generasi mendatang.(BM/*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *