Kotamobagu Jadi Rujukan Transformasi Posyandu Tingkat Nasional, Ketua TP PKK Rindah Gaib Dorong 6 Bidang Layanan Dasar

Foto Ketua TP PKK Kotamobagu Ny Rindah Gaib Mokoginta

KotamobaguSulutkita.com – Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) di Kota Kotamobagu kini resmi memasuki babak baru. Tidak lagi sekadar tempat menimbang bayi dan imunisasi, Posyandu kini bertransformasi menjadi pusat layanan terpadu yang mencakup enam bidang Standar Pelayanan Minimal (SPM).

​Hal ini ditegaskan oleh Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) sekaligus Ketua Pembina Posyandu Kota Kotamobagu, Ny. Rindah Gaib Mokoginta, saat memberikan sambutan pada agenda Penguatan Kapasitas Kader Posyandu yang digelar di Desa Bungko, Kecamatan Kotamobagu Selatan, Rabu (06/05/2024).

​Dalam arahannya, Ny. Rindah menjelaskan bahwa transformasi ini merupakan implementasi nyata dari Permendagri Nomor 13 Tahun 2024 tentang Pos Pelayanan Terpadu. Menurutnya, wajah baru Posyandu harus mampu menyentuh seluruh sendi kehidupan masyarakat.

​”Posyandu hari ini bukan hanya milik sektor kesehatan. Sesuai regulasi terbaru, kita bergerak di enam bidang layanan dasar atau SPM untuk memastikan kehadiran negara di tengah masyarakat lebih terasa,” ujar Ny. Rindah.

​Adapun enam bidang layanan dasar yang kini menjadi pilar baru Posyandu meliputi:

​Kesehatan: (Layanan ibu, anak, dan lansia).
​Pendidikan: (Integrasi dengan PAUD dan literasi keluarga).
​Sosial: (Pendataan dan bantuan bagi masyarakat rentan).
​Perumahan Rakyat: (Pemantauan sanitasi dan lingkungan sehat).
​Pekerjaan Umum: (Akses air bersih).
​Trantibumlinmas: (Ketenteraman, ketertiban umum, dan perlindungan masyarakat di level desa/kelurahan).

​Kabar membanggakan turut disampaikan istri Penjabat (Pj) Wali Kota Kotamobagu ini. Berdasarkan hasil Rapat Koordinasi (Rakor) tingkat Provinsi Sulawesi Utara, Kota Kotamobagu terpilih menjadi salah satu daerah percontohan (pilot project) pelaksanaan transformasi Posyandu di tingkat nasional.

​”Ini adalah tanggung jawab besar. Kita terpilih sebagai daerah percontohan. Artinya, mata nasional tertuju pada bagaimana cara kita mengelola Posyandu. Keberhasilan ini sangat bergantung pada dedikasi para kader di lapangan,” tambahnya.

​Rindah menekankan bahwa transformasi ini tidak akan berjalan optimal tanpa adanya kolaborasi yang solid. Beliau menginstruksikan seluruh elemen, mulai dari pemerintah kecamatan, desa/kelurahan, hingga penggerak PKK untuk bahu-membahu mendukung kerja kader Posyandu.

​”Saya meminta sinergi yang kuat antara Pemerintah Desa, Kecamatan, dan PKK. Kader Posyandu adalah ujung tombak pelayanan. Jika koordinasinya baik, maka masyarakat akan mendapatkan pelayanan yang optimal dan berkualitas,” tegas sosok yang dikenal konsen pada pembangunan ekonomi wilayah ini.

​Menutup sambutannya di hadapan para kader se-Kecamatan Kotamobagu Selatan, Rindah berharap kegiatan penguatan kapasitas ini dapat meningkatkan kompetensi kader dalam mengelola data dan memberikan edukasi kepada warga.

​Dengan transformasi ini, diharapkan Posyandu dapat menjadi garda terdepan dalam mendeteksi dini masalah sosial dan kesehatan di masyarakat, serta mempercepat peningkatan kesejahteraan warga di Kota Kotamobagu.(BM/*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *