Dukung Program Presiden, Wawali Kotamobagu Rendy Mangkat Genjot Beroperasinya 12 SPPG MBG 

Foto Rendy Mangkat

KotamobaguSulutkita.com–Pemerintah Kota (Pemkot) Kotamobagu menegaskan komitmennya untuk mempercepat operasional Badan Gizi Nasional (BGN) di wilayahnya. Langkah ini mencakup percepatan pembukaan dapur-dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang ditujukan langsung bagi masyarakat penerima manfaat.

​Hal tersebut ditegaskan oleh Wakil Wali Kota Kotamobagu usai menggelar rapat koordinasi bersama pihak BGN dan seluruh Tim Satuan Tugas (Satgas) BGN Kota Kotamobagu.

​Dalam rapat tersebut, Wakil Wali Kota membeberkan pemetaan terkini mengenai kondisi dapur SPPG yang ada di wilayah Kotamobagu.

​”Hari ini kita mendapat laporan bahwa total ada tujuh SPPG yang eksis di Kota Kotamobagu. Namun, satu di antaranya masih ditutup karena ada persoalan dengan mitra, sementara 12 lainnya saat ini masih dalam tahap persiapan pembukaan,” ujar Wakil Wali Kota.

Merujuk pada Peraturan Presiden (Perpres), ia mengingatkan bahwa pemerintah daerah baik di tingkat kabupaten, kota, maupun provinsi memiliki tanggung jawab penuh untuk mendorong suksesnya program nasional ini.

​Sebagai Ketua Tim Satgas BGN Kota Kotamobagu, Wakil Wali Kota menginstruksikan jajarannya untuk bergerak cepat, terutama dalam hal pemenuhan dokumen administrasi yang masih mengganjal dan pendataan warga.

​”Kami terus mendorong agar dapur-dapur yang ada bisa cepat dibuka dan para penerima manfaat dapat segera didata. Apa yang menjadi kekurangan dari persyaratan saat ini, harus segera dilengkapi oleh pihak pemerintah melalui koordinasi yang intens dengan BGN,” tambahnya.

​Selain fokus pada pemenuhan gizi, Pemkot Kotamobagu juga melihat program ini sebagai peluang emas untuk mendongkrak ekonomi arus bawah. Pemkot mendorong adanya kolaborasi strategis antara mitra BGN dan sektor pertanian lokal.

​”Kami meminta agar mitra-mitra BGN berkolaborasi dengan pemerintah untuk memberdayakan petani lokal di Kotamobagu. Dengan menyerap hasil panen lokal untuk kebutuhan dapur gizi, kita tidak hanya menjaga ketahanan pangan, tetapi juga meningkatkan perekonomian masyarakat dari tingkat bawah,” pungkasnya.(BM/*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *