Bupati Bolmong Tinjau Irigasi Desa Cempaka, Dorong Percepatan Perbaikan Dukung Ketahanan Pangan

Bupati Bolmong Yusra Alhabsyi saat turun langsung melakukan peninjauan.

BolmongSulutkita.com — Bupati Bolaang Mongondow, Yusra Alhabsyi, melakukan peninjauan langsung terhadap kondisi saluran irigasi di Desa Cempaka, Kecamatan Sang Tombolang, Sulawesi Utara, Rabu (15/04/2026). Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam memastikan sarana pendukung pertanian tetap berfungsi optimal di tengah musim tanam.

Dalam agenda tersebut, Bupati turut didampingi sejumlah pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) teknis yang memiliki tanggung jawab di bidang infrastruktur. Kehadiran mereka bertujuan untuk mengidentifikasi secara langsung berbagai kendala yang dihadapi di lapangan.

Yusra menjelaskan bahwa inspeksi ini dilakukan untuk mendorong percepatan pembangunan sekaligus memastikan kualitas pekerjaan tetap terjaga. Ia menegaskan, pembangunan irigasi harus dilakukan secara cepat namun tidak mengabaikan standar mutu agar dapat digunakan dalam jangka panjang.

“Peninjauan ini juga merupakan respons atas laporan masyarakat Desa Cempaka terkait kondisi saluran irigasi yang dinilai membutuhkan penanganan segera. Warga berharap perbaikan dapat dilakukan guna menjamin kelancaran distribusi air ke lahan pertanian mereka,”ujar Bupati.

Lanjutnya, meski secara kewenangan pengelolaan irigasi berada di bawah Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, Bupati menegaskan bahwa hal tersebut tidak menghalangi pemerintah kabupaten untuk tetap hadir dan peduli terhadap kebutuhan masyarakat.

Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow, lanjutnya, akan segera berkoordinasi dengan pemerintah provinsi guna mempercepat proses perbaikan melalui sinergi lintas pemerintahan.

“Perbaikan irigasi ini dinilai sangat penting mengingat sekitar 600 hektare lahan persawahan di wilayah tersebut bergantung pada pasokan air dari saluran irigasi Desa Cempaka. Gangguan pada sistem pengairan berpotensi memengaruhi produktivitas pertanian secara signifikan,”ungkap Bupati.

Menurut Yusra, ketersediaan air menjadi faktor krusial dalam menjaga stabilitas produksi pertanian dan mendukung program ketahanan pangan daerah.

Selain itu, ia juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam menjaga infrastruktur yang ada, salah satunya dengan memastikan saluran irigasi tetap bersih dari sampah dan hambatan lainnya.

“Pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat sebagai kunci keberlanjutan infrastruktur. Dengan kerja sama yang baik, fasilitas irigasi diharapkan dapat dimanfaatkan lebih lama dan memberikan dampak positif bagi kesejahteraan petani,”pungkasnya.(Ian/*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *