Stakeholder Bitung Bergandeng Tangan Hadapi Ancaman El Nino, Wali Kota Hengky Honandar Imbau Warganya Waspada

Wali Kota Bitung Hengky Honandar SE saat memimpin apel di halaman Mapolres Bitung.

BitungSulutkita.com–Kolaborasi Pemerintah Kota Bitung dan aparat keamanan dalam menangani ancaman bencana alam patut diapresiasi. Hal ini ditunjukkan saat Wali Kota Bitung Hengky Honandar SE memimpin langsung apel gelar pasukan kesiapsiagaan penanggulangan dampak El Nino di halaman Mapolres Bitung, Selasa (4/8/2026).

Turut hadir dalam apel tersebut Kapolres Bitung AKBP Arie Sulistyo Nugroho, S.I.K., M.H., dan diikuti unsur TNI-Polri, BPBD, Basarnas, Dinas Pemadam Kebakaran, BMKG, Kejaksaan, perangkat daerah, serta instansi terkait lainnya.

Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota membacakan amanat Kapolda Sulawesi Utara, Irjen Pol. Dr. Roycke Harry Langie, yang menegaskan pentingnya mengedepankan langkah mitigasi menghadapi El Nino melalui pencegahan kebakaran lahan, penguatan patroli titik rawan, pengamanan ketahanan pangan, serta pengelolaan sumber daya air secara terpadu.

“Pemerintah mengingatkan bahwa sepanjang Juli hingga Agustus 2026 telah terjadi enam peristiwa kebakaran di Kota Bitung, terdiri dari dua kebakaran rumah dan empat kebakaran lahan. Kondisi itu menjadi peringatan agar seluruh unsur meningkatkan kewaspadaan dan memperkuat koordinasi dalam menghadapi ancaman musim kemarau,”ujar Wali Kota membacakan amanat Kapolda.

Sementara itu, Kapolres Bitung AKBP Arie Sulistyo Nugroho mengatakan sekitar 100 personel gabungan dari Polri, TNI, pemerintah daerah, dan instansi terkait telah disiagakan dalam menghadapi potensi bencana akibat El Nino. Berbagai sarana pendukung, termasuk armada pemadam kebakaran dan kendaraan operasional lainnya, juga dipastikan siap digunakan sewaktu-waktu apabila diperlukan.

Menurut Kapolres, apel gelar pasukan menjadi bagian dari penguatan kolaborasi antara Pemerintah Kota Bitung, TNI, Polri, Kejaksaan, BMKG, dan seluruh pemangku kepentingan agar penanganan bencana dapat dilakukan secara cepat dan terkoordinasi.

“Kami mengimbau masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan, menghindari aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, serta segera melaporkan apabila menemukan titik api maupun kondisi yang berisiko menimbulkan bencana,”tandasnya.(fjr/*)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *