BitungSulutkita.com–Gerak cepat Pemerintah Kota (Pemkot) Bitung melakukan penyerapan anggaran diawal tahun 2026 menunjukan tren positif. Hal ini tentunya berkat komando kepemimpinan yang dijalankan Wali Kota Hengky Honandar dan Wakil Wali Kota Randito Maringka terhadap roda pemerintahan.
Hal ini tergambarkan pada realisasi serapan anggaran telah mencapai 18,75 persen dari total target tahunan, melampaui capaian yang ditetapkan untuk triwulan pertama.
Melalui Juru Bicara Pemkot Bitung Altin Tumengkol SIP MSi menegaskan bahwa capaian tersebut menjadi indikator awal yang menggembirakan dalam pengelolaan anggaran daerah.
“Posisi serapan anggaran saat ini sudah berada di angka 18,75 persen. Ini berarti kita berada di atas target yang telah ditetapkan untuk triwulan pertama,” ujar Altin, Selasa (14/4/2026).
Ia menjelaskan bahwa untuk periode triwulan pertama, yakni hingga akhir Maret 2026, target serapan anggaran yang ditetapkan berada di angka 8,80 persen. Namun realisasi yang dicapai justru melampaui target tersebut.
“Kalau dalam indikator penilaian, kondisi ini sudah masuk kategori hijau. Artinya, serapan anggaran kita melebihi target yang direncanakan,” jelasnya.
Menurut Altin, capaian ini mencerminkan kinerja perangkat daerah yang semakin optimal dalam merealisasikan program dan kegiatan yang telah direncanakan sejak awal tahun anggaran.
Selain itu, percepatan pelaksanaan program juga menjadi faktor penting dalam mendorong peningkatan serapan anggaran.
Ia menambahkan bahwa kondisi ini tidak terlepas dari upaya Wali Kota Bitung Hengky Honandar dan Wakil Wali Kota Bitung Randito Maringka (HH-RM), dalam memperbaiki sistem perencanaan dan penganggaran agar lebih efektif dan tepat sasaran.
“Artinya terjadi akselerasi kinerja yang positif. Program yang direncanakan bisa langsung dieksekusi, sehingga serapan anggaran lebih cepat,” katanya.
Meski demikian, Pemkot Bitung tetap mengingatkan seluruh organisasi perangkat daerah agar menjaga konsistensi kinerja hingga akhir tahun.
Serapan anggaran yang tinggi di awal tahun harus diikuti dengan kualitas pelaksanaan program yang maksimal serta memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Altin juga menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara kecepatan serapan anggaran dan kualitas output pembangunan.
Menurutnya, percepatan realisasi anggaran harus tetap mengedepankan prinsip akuntabilitas dan transparansi.
“Kami berharap tren positif ini bisa terus dipertahankan. Bukan hanya soal angka serapan, tetapi bagaimana anggaran tersebut benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat,” tegasnya.(fjr/*)







