BitungSulutkita.com–Perayaan hari besar umat Islam yakni Idul Adha 1447 H tinggal menghitung hari. Pemerintah Kota Bitung enggan menunggu lama untuk menyamakan persepsi dengan seluruh stakholder guna memastikan perayaan tersebut berjalan dengan lancar dan sukses.
Dipimpin langsung Wali Kota Bitung Hengky Honandar SE rapat mematangkan hari besar Idul Adha 1447 H digelar di ruang Merdeka Lounge kantor Wali Kota Bitung. Suluruh jajaran terkait serta Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dihadirkan pada rapat tersebut.
Dalam forum koordinasi itu, sejumlah agenda penting dibahas secara menyeluruh. Mulai dari kesiapan pelaksanaan Shalat Idul Adha, teknis pelaksanaan Pawai Takbiran, hingga mekanisme penyerahan hewan qurban di delapan kecamatan se-Kota Bitung.
Tak hanya fokus pada agenda keagamaan, rapat Forkopimda dan lintas sektoral juga membahas kesiapan pengamanan terkait rencana unjuk rasa damai masyarakat yang dijadwalkan berlangsung pada Rabu, 20 Mei 2026.
Pemerintah Kota Bitung bersama aparat keamanan menegaskan komitmennya untuk mengedepankan pendekatan humanis dan profesional demi menjaga stabilitas keamanan dan kenyamanan masyarakat.
Dalam arahannya, Wali Kota Hengky Honandar menegaskan pentingnya sinergi lintas sektor dalam menjaga situasi tetap kondusif menjelang perayaan Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah.
“Momentum Hari Raya Idul Adha harus disambut dengan kesiapan yang matang, baik dari sisi pengamanan, kelancaran kegiatan keagamaan, hingga distribusi hewan qurban kepada masyarakat,” ujar Hengky.
Ia juga mengimbau seluruh masyarakat Kota Bitung untuk terus menjaga keamanan, ketertiban, serta memperkuat toleransi antarumat beragama selama momentum Idul Adha berlangsung.
“Kami berharap seluruh masyarakat khususnya umat muslim dapat merayakan Idul Adha dengan penuh khidmat, damai, serta menjaga persatuan dan kebersamaan di Kota Bitung,” tambahnya.
Rapat lintas sektoral tersebut menjadi bukti keseriusan Pemerintah Kota Bitung dalam memastikan seluruh tahapan pelaksanaan Hari Raya Idul Adha berjalan optimal, sekaligus menjaga stabilitas daerah di tengah berbagai agenda masyarakat yang berlangsung secara bersamaan.(fjr/*)







