MinutSulutkita.com–Kekayaan sumber dalam Kabupaten Minahasa Utara (Minut) menjadi magnet tersendiri bagi jaringan bisnis maupun lembaga internasional. Berkat kepiawaian Bupati Minut Joune Ganda menggunakan jejaringnya baik nasional maupun tingkat global sektor perikanan bakal menjadi perhatian dunia.
Hal ini dibuktikan organisasi nirlaba global Rare asal Amerika Serikat resmi menjadwalkan agenda tahunan jaringan ‘Coastal 500’ di Indonesia dengan lokus utama di Minahasa Utara pada 12 hingga 16 Oktober 2026 mendatang.
Diketahui, rencana Minut bakal menjadi tuan rumah Coastal 500 tersebut, disampaikan langsung oleh Tim RARE yang terdiri dari Ray Chandra Purnama (Direktur Kebijakan Rare Indonesia) Haryani Turnip – (Manajer Kebijakan Rare Indonesia) dan Reskiwati (Koordinator Divisi Program) yang diterima oleh Kadis Perikanan Minut Jack Paruntu, Rabu(13/5/2026).
Diketahui, Pertemuan bergengsi tingkat internasional ini akan menghadirkan para Wali Kota dan Bupati dari delapan negara yang tergabung dalam member Coastal 500.
Adapun fokus utamanya adalah penguatan kepemimpinan lokal dalam mendukung target Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) 14, yakni pelestarian ekosistem laut dan kesejahteraan masyarakat pesisir.
Bupati Joune Ganda menegaskan, tingginya potensi perikanan yang dimiliki daerah ini, jika dikelola dengan baik dan berkelanjutan antara lain dengan melindungi ekosistem pesisir dan menghindari praktek penangkapan ikan yang merusak atau eksploitatif, maka hal ini akan mendorong ekonomi, ketahanan pangan, pertumbuhan serta akan berdampak pada meningkatnya taraf hidup nelayan dan kesejahteraan masyarakat di daerah ini.
”Yang pasti kedatangan tim Rare tidak saja terkait dengan rencana monumental menjadikan Minut sebagai tuan rumah Coastal 500 tersebut, akan tetap bakal menjadi satu angin segar dan berkah bagi pengembangan sektor Perikanan dan pemberdayaan nelayan dan masyarakat pesisir. Sektor Perikanan merupakan salah satu program prioritas kami pada periode pertama hingga periode kedua memimpin Kabupaten Minahasa Utara,”ujar kepala daerah peraih gelar doktor di IPDN Jakarta itu.
Sementara itu, Kepala Dinas Perikanan Minut, Jack Paruntu, menjelaskan bahwa terpilihnya Minahasa Utara bukan tanpa alasan. Hal ini merupakan apresiasi atas komitmen daerah dalam mengimplementasikan Program Pengelolaan Akses Area Perikanan (PAAP) yang kini sudah menyentuh tujuh desa kepulauan, yakni Desa Gangga I, Gangga II, Kahuku, Ehe, Kinabuhutan, Talise, dan Tambun.
“Ini adalah langkah nyata dan komitmen Bapak Bupati Joune Ganda dalam menempatkan masyarakat sebagai aktor utama pembangunan. Melalui sistem PAAP, nelayan kita tidak lagi sekadar menjadi objek pembangunan, tetapi subjek yang memiliki kewenangan mandiri untuk mengelola wilayah tangkapnya secara berkelanjutan,” ujar Jack Paruntu.
Jack menambahkan, dalam rangkaian agenda tersebut, Bupati Minahasa Utara akan secara resmi dikukuhkan sebagai anggota (member) Coastal 500. Prosesi ini akan ditandai dengan penandatanganan ikrar komitmen lingkungan di hadapan perwakilan global.
“Kegiatan ini sepenuhnya didukung secara pendanaan oleh Rare. Agendanya sangat padat, mulai dari Gala Dinner penyambutan, sesi retret pembahasan kebijakan pesisir, hingga kunjungan lapangan langsung ke wilayah PAAP di Pulau Gangga untuk melihat keberhasilan konsep ‘Tabungan Ikan’,” jelasnya.
Ditambahkannya, Konsep ‘Tabungan Ikan’ melalui Kawasan Larang Ambil (KLA) di Pulau Gangga, Kahuku, dan Ehe telah menjadi bukti inovasi lokal yang berhasil menjaga populasi ikan tetap stabil. Dengan adanya zona lindung ini, ekosistem memiliki waktu untuk pulih, yang pada akhirnya berdampak pada peningkatan hasil tangkapan nelayan di zona luar kawasan secara konsisten.
Lebih lanjut, Jack memaparkan bahwa sinergi antara Pemkab Minut, Pemerintah Pusat, dan mitra internasional seperti Direktur Kebijakan Rare Indonesia, Ray Chandra Purnama, bertujuan untuk memastikan kawasan Likupang—yang merupakan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK)—tetap terjaga kelestariannya.
“Kami sedang mengatur jadwal ulang audiensi antara tim Rare dengan Bapak Bupati untuk mematangkan persiapan teknis. Kami optimis, dengan menjadi tuan rumah Coastal 500, Minut akan menjadi role model nasional bagi integrasi perlindungan laut dan peningkatan ekonomi masyarakat pesisir dan perlindungan bagi ekosistem pesisir,”pungkasnya.
Melalui kemitraan strategis ini, Minahasa Utara diharapkan tidak hanya sukses sebagai penyelenggara acara internasional, tetapi juga mampu memberikan dampak ekonomi yang berkesinambungan bagi warga di wilayah kepulauan dan pesisir.(fjr/*)







