Rampungkan Evaluasi Kinerja Aparatur Desa dan Kelurahan, Asisten I Pemkot Sisir Kecamatan se Kotamobagu

Asisten I Pemkot Kotamobagu Sahaya Mokoginta saat berada disalah satu kantor Kecamatan.

KotamobaguSulutkita.com–Pemerintah Kota Kotamobagu resmi merampungkan rangkaian evaluasi kinerja aparatur desa dan kelurahan yang berlangsung secara marathon dari wilayah Timur, Selatan, Barat, hingga berakhir di Kotamobagu Utara.

Evaluasi ini menjadi bukti keseriusan pemerintah dalam memastikan standar pelayanan publik di tingkat terbawah berjalan terukur dan transparan, Senin 20/04/2026.

Asisten I Bidang Pemerintahan, Sahaya S. Mokoginta, SSTP., ME., menegaskan bahwa indikator utama dalam penilaian ini bukan sekadar urusan administratif, melainkan integritas dan loyalitas para Sangadi (Kepala Desa) serta Lurah terhadap tugas yang diemban.

Dalam penyampaiannya, Sahaya menekankan bahwa loyalitas tanpa komitmen hanyalah formalitas. Ia menyoroti pentingnya para pemimpin wilayah untuk mampu memisahkan antara kepentingan organisasi dan preferensi pribadi.

“Di sinilah integritas dan loyalitas diuji ketika dihadapkan pada pilihan antara kepentingan pribadi dan tanggung jawab terhadap tugas. Sangadi dan Lurah harus mampu menempatkan kepentingan publik sebagai prioritas utama,” tegas Sahaya.

Ia  juga menambahkan bahwa kepatuhan kepada pimpinan adalah bagian dari disiplin organisasi. Menurutnya, arah kebijakan yang telah ditetapkan oleh pemerintah kota harus dilaksanakan dengan sungguh-sungguh tanpa adanya “tawar-menawar” di lapangan.

Pesan keras disampaikan Sahaya terkait etika pengabdian. Ia mengingatkan bahwa jabatan tanpa nilai moral tidak akan memberikan dampak positif bagi masyarakat.

“Ketika komitmen dinodai, maka yang hilang bukan hanya kepercayaan, tetapi juga kehormatan, integritas, dan nilai diri. Pada titik itu, seseorang kehilangan dasar untuk menjalankan tugas secara bermakna. Itulah yang dimaksud kehilangan segalanya dalam konteks pengabdian,” lanjutnya.

Evaluasi menyeluruh ini tidak hanya berfungsi sebagai ajang penilaian, tetapi juga sebagai instrumen bagi Pemkot Kotamobagu untuk memotret kondisi nyata kinerja di tingkat desa/kelurahan serta menjadi dasar pembinaan dan peningkatan kapasitas aparatur, dan penataan sumber daya yang lebih tepat sasaran.

Melalui proses yang objektif ini, Pemkot Kotamobagu berharap lahir kepemimpinan yang kuat secara administratif dan peka terhadap kebutuhan masyarakat.

Evaluasi ini menjadi pengingat bahwa dedikasi seorang pemimpin wilayah tidak dinilai dari apa yang diucapkan, melainkan dari manfaat nyata yang dirasakan oleh warga.(BM/*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *