Dosen Ilmu Pangan Unsrat Sosialisasi Olah Pisang Goroho Jadi Tepung dan Empek-empek Ikan Mujair

MinutSulutkita.com — Sebanyak 25 anggota Wanita Kaum Ibu (WKI) Jemaat GMIM Eben Haezer Tatelu mengikuti kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) berupa pelatihan pengolahan pangan berbasis bahan pangan lokal, Sabtu (15/8/2026).

Kegiatan bertajuk “Pelatihan Pembuatan Tepung Pisang Goroho dan Empek-Empek Ikan Mujair Berbasis Pangan Lokal” ini berlangsung di Ruang Pertemuan GMIM Eben Haezer Tatelu, Desa Tatelu, Kecamatan Dimembe, Kabupaten Minahasa Utara.

Kegiatan merupakan kerja sama antara Program Magister Ilmu Pangan Program Pascasarjana Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado dengan WKI Jemaat GMIM Eben Haezer Tatelu. Kegiatan ini juga merupakan program Pengabdian kepada Masyarakat yang didanai oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Sam Ratulangi tahun 2026.
Pelatihan diarahkan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peserta dalam memanfaatkan bahan pangan lokal, khususnya pisang goroho dan ikan mujair, melalui pengolahan menjadi produk pangan yang lebih beragam dan bernilai tambah.

WKI Terlibat Langsung dalam Praktik
Kegiatan tidak hanya berupa penyampaian materi. Sebanyak 25 anggota WKI terlibat langsung dalam proses pembelajaran dan praktik.
Peserta terlebih dahulu mendapatkan materi mengenai potensi pisang goroho sebagai pangan lokal dan prospek pengembangan produk tepung pisang goroho, kemudian dilanjutkan dengan penjelasan mengenai tahapan pembuatan tepung.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan materi mengenai pemanfaatan tepung pisang goroho pada produk empek-empek ikan mujair. Peserta kembali terlibat secara langsung dalam praktik pembuatan produk tersebut.

Hasil praktik kemudian menjadi bahan penilaian dan diskusi bersama tim pelaksana. Dengan demikian, peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan secara teori, tetapi juga mendapatkan pengalaman langsung dalam menerapkan tahapan pengolahan yang diperkenalkan selama pelatihan.

Ketua Tim PKM, Dr. Ir. Mercy I.R. Taroreh, STP, MSi, mengatakan kegiatan ini merupakan salah satu upaya memperkenalkan teknologi pengolahan pangan kepada masyarakat agar bahan pangan lokal dapat dimanfaatkan dalam bentuk produk yang lebih beragam.

“Teknologi pengolahan tepung pisang goroho dan aplikasinya pada pembuatan empek-empek dari ikan mujair merupakan upaya untuk mengolah pangan lokal menjadi produk yang lebih beragam, bernilai tambah, bergizi, dan dan berpotensi dikembangkan oleh masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, pengenalan teknologi pengolahan diharapkan dapat memberikan wawasan kepada masyarakat mengenai berbagai kemungkinan pemanfaatan komoditas pangan yang tersedia di lingkungan sekitar.

Sementara itu, Prof. Dr. Ir. Henny A. Dien, MSi menekankan pentingnya diversifikasi pangan olahan hasil perikanan melalui pengembangan berbagai bentuk produk.

“Diversifikasi pangan olahan hasil perikanan yang paling mendasar adalah mengolah ikan menjadi berbagai produk baru dengan penambahan bahan lain dan teknik pengolahan yang berbeda. Hal ini dapat meningkatkan nilai jual dan memenuhi kebutuhan pasar, sekaligus mengurangi ketergantungan pada produk ikan segar serta mendorong peningkatan konsumsi produk perikanan,” jelasnya.

Selain materi mengenai pengolahan dan diversifikasi pangan, peserta juga mendapatkan materi mengenai label pangan. Peserta diperkenalkan pada informasi yang perlu dicantumkan pada label produk pangan, sehingga produk olahan yang dihasilkan tidak hanya memiliki nilai tambah, tetapi juga dapat dipersiapkan dengan informasi produk yang lebih lengkap dan jelas bagi konsumen.

Kolaborasi Dosen, Mahasiswa dan Masyarakat

Kegiatan dilaksanakan oleh tim dosen yang merupakan staf pengajar pada Program Studi Magister Ilmu Pangan Program Pascasarjana Universitas Sam Ratulangi, terdiri atas Dr. Ir. Mercy I.R. Taroreh, STP, MSi selaku ketua tim, Prof. Dr. Ir. Henny A. Dien, MSi, Prof. Dr. Ir. Christine Mamuaja, MSi, dan Ireine A. Longdong, STP, MP.
Masing-masing anggota tim memberikan kontribusi sesuai bidang yang berkaitan dengan kegiatan, mulai dari pengolahan tepung pisang goroho, prinsip pengeringan, diversifikasi pangan hasil perikanan, keamanan pangan, hingga penguatan terkait label pangan.

Kegiatan turut melibatkan mahasiswa Magister Ilmu Pangan dan Magister Ilmu Perairan Program Pascasarjana Universitas Sam Ratulangi. Keterlibatan mahasiswa menjadi bagian dari pengalaman pembelajaran melalui interaksi langsung dengan masyarakat serta penerapan pengetahuan dalam kegiatan pengabdian.

Kolaborasi antara dosen, mahasiswa, dan masyarakat menjadi salah satu bentuk transfer pengetahuan dan teknologi dari perguruan tinggi kepada masyarakat. Pada saat yang sama, kegiatan ini memberikan ruang bagi mahasiswa untuk memperoleh pengalaman praktis dalam menerapkan ilmu yang diperoleh selama perkuliahan.

Dari Pengetahuan Menjadi Keterampilan

Bagi peserta WKI Jemaat GMIM Eben Haezer Tatelu, kegiatan ini memberikan kesempatan untuk belajar sekaligus mempraktikkan secara langsung pengolahan pangan berbasis bahan lokal.
Selain praktik, peserta mengikuti evaluasi melalui pre-test dan post-test, mengisi kuesioner kepuasan, serta mengikuti sesi diskusi dan penilaian hasil produk. Pada akhir kegiatan, peserta juga diberikan kesempatan menyampaikan kesan dan pesan terhadap pelatihan yang telah diikuti.

Keterlibatan aktif tersebut diharapkan dapat memberikan bekal pengetahuan dan keterampilan yang dapat diterapkan peserta dalam pengolahan pangan di tingkat keluarga maupun dikembangkan lebih lanjut sesuai kebutuhan masyarakat.
Melalui praktik langsung, peserta diperkenalkan pada pemanfaatan pisang goroho dan ikan mujair sebagai bahan pangan lokal yang dapat diolah menjadi produk yang lebih beragam.

Pendekatan ini diharapkan dapat membuka wawasan masyarakat mengenai berbagai kemungkinan pengembangan pangan lokal di lingkungan mereka.
Kegiatan ditutup dengan penyampaian kesan dan pesan peserta, penyerahan produk hasil pelatihan berupa tepung pisang goroho dan empek-empek Mugo (mujair-goroho) serta foto bersama tim pelaksana dan seluruh peserta.

Melalui sinergi Program Magister Ilmu Pangan Unsrat dan Wanita Kaum Ibu Jemaat GMIM Eben Haezer Tatelu Minahasa Utara, kegiatan ini diharapkan dapat terus mendorong pemanfaatan pangan lokal melalui peningkatan pengetahuan dan keterampilan masyarakat.(**)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *