Suplai 30 Persen Listrik Suluttenggo, PLTU Kema Rutin Beri Kontribusi ke Masyarakat Lingkar Perusahaan

Manajemen PLTU-3 Sulut saat menggelar buka puasa bersama dengan wartawan pos liputan Minut.

ManadoSulutkita.com–Kehadiran Perusahaan Listrik Tenaga Uap (PLTU) Sulut 3 yang berlokasi di Desa Kema I, Kecamatan Kema, Kabupaten Minahasa Utara (Minut) ternyata merupakan penunjang utama pasokan listrik di wilayah Suluttenggo.

Bahkan, PLTU yang merupakan mitra utama PT PLN itu, memiliki daya sebesar 2×50 megawatt dengan menyediakan sekira 30 persen listrik di 3 Provinsi tersebut.

PLTU berbendera swasta di bawah Medco Grup itu diketahui telah beroperasi sejak 2021 lalu, dan telah memberikan kontribusi besar bagi daerah, khususnya di Kabupaten Minahasa Utara.

Eksternal Relation PT Minahasa Cahaya Lestari, Kenedy Batubuaya, mengatakan, pihaknya kini mempekerjakan sekitar 70 persen tenaga kerja lokal lingkar perusahaan dan sisanya 30 persen merupakan tenaga ahli yang terdiri dari warga negara asing (WNA) dan pekerja dari luar Sulut.

“Selain itu, setiap tahun PLTU Sulut 3 telah berkontribusi terhadap pemerintah Kabupaten Minahasa Utara melalui pajak yang sesuai dengan perhitungan menurut peraturan perundang-undangan yang ada,”kata Kenedy disela-sela buka puasa bersama dengan wartawan pos liputan Minahasa Utara, Selasa (17/3/2026).

Sementara itu, ditambahkan Eksternal Relation PLTU Sulut-3 Fian Rondonuwu yang turut hadir di bukber tersebut, mengatakan, khusus untuk desa-desa yang berada di lingkar perusahaan pihaknya telah memberikan kontribusi nyata. Diantaranya Posyandu, rehabilitasi tempat ibadah gereja dan juga masjid.

“Untuk pendidikan, anak-anak tingkat SD, SMP dan SMA setiap tahunnya kita memberikan seragam, alat tulis dan perlengkapan sekolah lainnya. Dan itu sudah menjadi komitmen pihak perusahaan terhadap masyarakat yang berada di areal perusahaan dalam menopang kebutuhan ekonomi,”ungkap Rondonuwu.

Ia juga turut menambahkan, mekanisme produksi perusahaan itu sudah sesuai dengan ketentuan yang ada. Baik dari segi lingkungan maupun keanekaragaman hayati yang berada di areal PLTU. Malah menurutnya, para nelayan mengungkapkan bahwa disekitar PLTU itu menjadi spot andalan untuk melakukan aktifitas penangkapan ikan.

“Setiap tahun juga kita mendapat pemeriksaan dari Kementrian Lingkungan Hidup RI terhadap kapasitas produksi yang sesuai dengan ketentuan. Jika kita melanggar ada konsekuensinya dari pemerintah. Dan selama ini hal-hal itu selalu dipatuhi. Sehingga proses aktifitas perusahaan berjalan lancar,”pungkasnya.(fjr/*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *