ManadoSulutkita.com–Konstelasi jelang Konferensi Provinsi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sulawesi Utara (Sulut) semakin memanas. Sejumlah figur dikabarkan bakal maju bertarung mencalonkan diri sebagai Ketua di arena Konferta yang akang digulir pertengahan maret 2026 mendatang.
Dipastikan dengan hadirnya para bakal calon kandidat Ketua PWI Sulut periode 2026-2031 itu, bakal meramaikan kontestasi lima tahunan di tubuh organisasi wartawan tertua di Indonesia ini.
Salah satu nama yang digadang-gadang adalah figur Fernandus Yusi Adam. Wartawan senior di Sulut baru-baru ini menyatakan kesiapannya bertarung sebagai calon ketua PWI Sulut di Konferta nanti. Nando sapaan akrabnya itu mengakui dirinya telah membangun komunikasi dengan jajaran pengurus PWI di Provinsi dan Kabupaten/Kota.
Jurnalis yang telah berkarier sejak tahun 1993 ini mengusung misi penguatan marwah organisasi. Nando menekankan bahwa PWI Sulut harus menjadi rumah besar yang bermartabat bagi seluruh insan pers di Bumi Nyiur Melambai.
“Kompetisi ini adalah ruang untuk beradu gagasan. Fokus saya adalah membawa PWI Sulut bertransformasi di era jurnalistik digital melalui penguatan kualitas SDM agar lebih profesional,” ungkap pemegang sertifikat UKW Utama dari LPDS tersebut.
Sesuai dengan AD/ART organisasi, calon ketua wajib memiliki kualifikasi tinggi, diantaranya mengantongi kartu anggota dan sertifikat UKW jenjang Utama yang masih aktif. Nando sendiri memiliki modal manajerial yang cukup mumpuni, tercatat pernah menjabat sebagai :
- Sekretaris organisasi pers di Sulawesi Tengah.
- Mantan Sekretaris IWO Sulawesi Utara.
- Mantan Staf Khusus Bupati Minahasa Utara (Minut) bidang Informasi dan Komunikasi.
- Ketua Persatuan Jurnalis Biro Minahasa Utara (PJBM).
Sementara itu, Ketua PWI Sulut saat ini Voucke Lontaan sebelumnya telah menginstruksikan kepada panitia pelaksana di bawah komando Ketua Steering Commitee, Jimmy Senduk untuk mengawal proses verifikasi dengan ketat dan transparan.
Voucke menegaskan bahwa pintu pencalonan terbuka lebar bagi siapapun anggota yang memenuhi kriteria regulasi. Ia berharap konferensi ini menjadi ajang intelektual bagi kemajuan dunia pers regional, bukan sekadar suksesi lima tahunan.
”Panitia harus bekerja presisi, mulai dari urusan administratif hingga teknis persidangan, demi memastikan Konferta berjalan sesuai koridor aturan,” tegas Voucke.(fjr/*)






