BolmongSulutkita.com–Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) melaksanakan inspeksi mendadak terhadap kualitas beras serta minyak goreng merek Minyakita di Gudang Bulog setempat.
Kegiatan ini dilakukan sebagai bagian dari persiapan teknis menjelang penyaluran bantuan pangan pemerintah untuk periode Februari–Maret 2026.
Kepala Dinas Sosial Bolmong, Erni Mokoginta mengatakan, pemeriksaan tersebut bertujuan memastikan seluruh komoditas pangan yang akan disalurkan kepada masyarakat memenuhi standar kelayakan konsumsi. Kata dia, langkah ini diambil guna menjamin bantuan yang diterima dalam kondisi baik serta tidak mengalami penurunan mutu selama proses penyimpanan.
“Sebanyak 29.900 Penerima Bantuan Pangan (PBP) di Kabupaten Bolmong tercatat akan menerima bantuan pada periode ini. Untuk mendukung penyaluran tersebut, pemerintah telah menyiapkan stok beras sebanyak 598.000 kilogram, disertai distribusi minyak goreng sesuai ketentuan yang berlaku,”ujarnnya.
Ia mengungkapkan, jumlah penerima bantuan mengalami peningkatan signifikan dibandingkan periode Oktober–November 2025. Tercatat adanya penambahan 14.269 PBP, dari sebelumnya 15.631 menjadi 29.900 penerima pada awal tahun 2026.
“Kenaikan ini turut berdampak pada peningkatan volume beras yang disiapkan, dari 312.620 kilogram menjadi hampir 600 ton,bebernya.
Mokoginta menegaskan bahwa pengecekan kualitas merupakan prosedur penting dalam memberikan perlindungan kepada masyarakat. Ia menyatakan bahwa pemerintah berkomitmen memastikan bantuan pangan yang disalurkan benar-benar layak konsumsi dan bermanfaat bagi penerima.
“Pemeriksaan ini sangat penting untuk memastikan beras dan minyak goreng yang diterima masyarakat berada dalam kondisi baik. Kami tidak ingin bantuan yang disalurkan justru tidak layak dikonsumsi,” ujar Erni saat melakukan peninjauan di gudang.
Erni menambahkan, peningkatan jumlah penerima bantuan mencerminkan komitmen pemerintah dalam memperluas jangkauan perlindungan sosial. Dengan perluasan data tersebut, diharapkan masyarakat yang membutuhkan dapat terakomodasi secara lebih merata.
“Penyaluran bantuan pangan dijadwalkan berlangsung secara bertahap setelah Hari Raya Idulfitri 2026. Untuk memastikan kelancaran distribusi, Dinsos akan memperkuat koordinasi dengan pemerintah kecamatan, desa, serta pihak Bulog agar penyaluran tepat sasaran dan berjalan tanpa hambatan,”tandas Mokoginta.(Ian/*)







