Jurus Basi Dimainkan Jelang Hajatan KONI Manado, Castro : Kontestasi Harusnya Diisi dengan Adu Gagasan

Calvin Castro saat diantar tim mendaftar sebagai Calon Ketua KONI Manado.

ManadoSulutkita.com–Tensi politik jelang pertarungan Musyawarah Kota (Muskot) Komiten Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Manado mulai meninggi.

Langkah tidak sportif ditengarai tengah dijalankan oleh oknum-oknum pendukung salah satu bakal calon Ketua KONI Manado untuk menjegal bakal calon lainnya disuksesi organisasi induk olahraga tersebut.

Hal ini berdasarkan pantauan media ini disejumlah media sosial, dengan menggunakan akun anonim, oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab menyerang dengan mengendus kembali video lama salah satu calon Ketua KONI Calvin Castro.

Politik kotor digencarkan sehari setelah figur Praktisi Olahraga Sulut Calvin Castro mendaftarkan diri sebagai calon Ketua KONI Manado di Sekretariat Panitia.

Tak hanya menggunggah video lama, para partisan salah satu bakal calon itu juga mencatut calon mereka telah mendapat dukungan oleh Gubernur Sulut Yulius Selvanus.

Padahal, terpampang jelas Calvin Castro saat mendaftarkan diri diantar langsung dua tokoh dekat Gubernur Sulut YSK, yakni Recky Langie dan Christian Yokung yang notabene merupakan Staf Khusus Gubernur YSK.

Menanggapi serangan lewat video tersebut, Calvin Castro akhirnya buka suara. Ia menegaskan bahwa kasus itu sudah ditangani aparat secara profesional dan dinyatakan tidak cukup bukti, sehingga dirinya dilepas melalui surat resmi dari Polda Sulut.

Calvin kemudian membeberkan kronologi lengkap kejadian yang menyeret namanya.

Menurut penuturannya, semuanya berawal dari liputan seorang wartawan mengenai dugaan bisnis gelap solar subsidi. Calvin, yang kala itu dimintai tanggapan sebagai aktivis, mempersilakan pemberitaan dibuat secara terukur. Setelah berita terbit, muncullah oknum wartawan lain yang justru menghubungi seorang pemain solar berinisial FL alias Fokla.

“Oknum tersebut tanpa sepengetahuan saya, diduga meminta uang tunai Rp100 juta untuk menghapus berita. Fokla yang merasa ditekan kemudian menghubungi Resmob dan meminta aparat bersiaga di lokasi yang dijanjikan oknum wartawan itu, yakni sebuah rumah makan di kawasan Megamas,”,turut Castro.

Castro kembali menuturkan, saat bertemu Fokla di lokasi, ia sama sekali tidak mengetahui ada permintaan uang. Bahkan ketika Fokla bertanya “kita taruh di mana ini?”, Calvin tidak menanggapi.

“Uang itu bukan diserahkan ke tangan saya. Fokla cuma taruh di kursi samping kiri tempat saya duduk, lalu dia langsung jalan keluar,” jelas Calvin.

Beberapa detik setelah Fokla meninggalkan tempat, tim Resmob masuk dan melakukan penangkapan terhadap Calvin yang dianggap berada di lokasi transaksi.

Setelah melalui pemeriksaan, termasuk pemeriksaan terhadap wartawan yang memicu peristiwa tersebut, penyidik Polda Sulut akhirnya menyimpulkan tidak ada bukti yang mengarah pada permintaan uang dari Calvin.

Polda kemudian menerbitkan Surat Perintah Pelepasan Penangkapan. “Saya menghormati proses hukum yang berjalan dan berterima kasih kepada Polda Sulut yang bekerja komprehensif. Karena memang sejak awal itu murni urusan antara wartawan dan pemain solar. Nama saya hanya ikut terseret,” ujar Calvin.

Calvin tak menampik bahwa video lama yang kembali diangkat ini sarat nuansa politis.

“Di tahun-tahun seperti ini, apa saja bisa dipelintir untuk kepentingan tertentu. Tapi saya tetap fokus. Kontestasi harusnya diisi dengan gagasan, bukan serangan terhadap pribadi seseorang,” tegasnya.

Dengan dukungan luas dari berbagai cabang olahraga, Calvin Castro kini menjadi salah satu figur paling difavoritkan memimpin KONI Manado. Drama politik menjelang Muskot tampaknya baru dimulai.(fjr/*)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *