ManadoSulutkita.com–Selain manajemen RS Prof Kandouw kacau balau setelah dipimpin dr. Starry Rampengan, Direktur RS Kandou yang kerap disebut-sebut angkuh ini ternyata juga kerap menakut-nakuti masyarakat termasuk kalangan pengusaha dan politisi dengan nama besar Presiden Republik Indonesia (RI) Prabowo Subianto dan adik kandungnya yakni Hashim Djojohadikusumo.
Sejumlah sumber menyebutkan, Direktur RS Prof Kandou Dr. Starry Rampengan kerap menyebutkan dua nama itu sebagai gandengannya.
Bahkan baru-baru ini salah seorang publik figur di Sulut dan seorang pengusaha di Manado sempat berbincang-bincang dengan Starry Rampengan, Dirut RS Kandou ini juga sempat menanyakan apakah punya jaringan dengan Hashim.
Pengusaha dan politisi itu sempat menuturkan bahwa mereka tidak punya jaringan, padahal politisi itu kental dengan Hashim tapi terkesan merunduk
Sebab Dirut Starry menyebutkan bahwa dia akan ketemu dengan Prabowo dan Hashim.
Akan hal ini sangat mengundang tanya kalangan aktivis di Sulut. Aktivis Buruh di Sulut Johannes George mengatakan, sebagai seorang dokter yang dipercayakan mengelola manajemen RS Prof Kandou, harusnya dia menerima kritikan masyarakat untuk melakukan perbaikan pelayanan termasuk meminimalisir keluhan pengunjung bahkan terlebih puluhan pegawai yang sempat bekerja di tempat itu belasan tahun tapi tak diangkat sebagai P3K, karena nama mereka tak terdata di BKN.
“Demo masyarakat dalam hal ini mereka yang bekerja sudah belasan tahun tapi masib mereka sampai saat ini mengambang, harusnya Dirut Starry mencari solusi terbaik bagi mereka. Dan terlebih lagi benahi pelayanan agar keluhan masyarakat terhadap pelayanan di rumah sakit Kandou berkurang ataupun tidak ada. Bukan kerjamya menakut-nakuti masyarakat yang bertemunya, dengan nama Prabowo dan Hashim,” terang aktivis buruh paling vokal ini.
Sementara itu, Direktur Utama RSUP Kandou Starry Rampengan saat dikonfirmasi awak media, hingga berita ini dinaikkan belum menjawab pesan whatsapp wartawan.(fjr/*)







