Dialog di Rakernas Bahas Pertumbuhan Sektor Pertanian, Sekjen APKASI Joune Ganda Pandu Mentan Amran Sulaiman

Sekjen Apkasi Joune Ganda saat memoderatori Menteri Pertanian Arman Sulaiman di acara dialog.

BatamSulutkita.com–Rakernas APKASI ke XVII yang dihelat di Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau 18 hingga 20 Januari 2026 berjalan sukses. Menariknya, hajatan yang mempertemukan para Bupati se Indonesia itu menjadwalkan berbagai agenda penting, salah satunya dialog dengan narasumber Menteri Pertanian RI Amran Sulaiman.

Dialog bersama Mentan tersebut tak tanggung-tanggung dengan dipandu langsung oleh Sekjen APKASI Joune J.E Ganda yang juga merupakan Bupati Minahasa Utara.

Dalam kesempatan itu Menteri Pertanian menegaskan bahwa kunci utama transformasi sektor pertanian Indonesia menuju negara maju bukan hanya terletak pada besarnya anggaran, melainkan pada keberanian mengambil kebijakan yang berpihak pada efisiensi dan hilirisasi.

Dalam ajang Rakernas XVII Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) 2026, para bupati diminta menjadi eksekutor garda terdepan untuk mengubah wajah komoditas unggulan dari sekadar ekspor mentah menjadi produk bernilai tambah tinggi.

“Kebijakan yang keliru jauh lebih berbahaya daripada seorang penjahat. Sebaliknya, kebijakan yang tepat bisa menghemat triliun rupiah hanya lewat selembar kertas,” ujar Menteri Pertanian saat memberikan paparan di hadapan para kepala daerah, Senin (19/8/2026).

Kata Mentan, salah satu “keajaiban” kebijakan yang disoroti adalah perombakan regulasi pupuk melalui Instruksi Presiden (Inpres).

Mentan menceritakan bagaimana distribusi pupuk yang sebelumnya harus melalui birokrasi panjang yang melibatkan 12 menteri, 38 gubernur, hingga 514 bupati/wali kota, kini dipangkas habis demi kecepatan akses petani.

“Dulu pupuk tertahan birokrasi. Kami menghadap Presiden, dan hanya dalam satu malam, Inpres terbit. Sekarang dari Kementan langsung ke pabrik dan ke petani,” ungkapnya.

Langkah ini, ditambah dengan pengalihan skema subsidi dan perbaikan efisiensi pabrik, diklaim mampu memberikan potensi penghematan hingga 513 triliun rupiah bagi negara hingga tahun 2035.

“Kebijakan yang keliru jauh lebih berbahaya daripada seorang penjahat. Sebaliknya, kebijakan yang tepat bisa menghemat triliun rupiah hanya lewat selembar kertas,” ujar Menteri Pertanian saat memberikan paparan di hadapan para kepala daerah dalam Rakernas XVII Apkasi di Batam, Senin (19/8/2026).

Dalam paparannya, Mentan juga mengapresiasi kolaborasi para bupati yang berhasil mengakselerasi target swasembada pangan. Indonesia yang awalnya diprediksi membutuhkan waktu empat tahun untuk swasembada. Nyatanya mampu mencapainya hanya dalam waktu satu tahun.

“Keberhasilan ini bahkan mendapat pengakuan internasional melalui penghargaan dari FAO serta apresiasi dari berbagai negara maju seperti Jepang, Cile, hingga Amerika Serikat,”terang Mentan.(fjr/*)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *