OPD se Minahasa Utara Teken Pakta Integritas, Bupati Joune Ganda Dorong Inovasi dan Prestasi

Para Kepala OPD Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara saat menandatangani pakta integritas.

MinutSulutkita.com–Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara di bawah komando Bupati Joune J.E Ganda dan Wakil Bupati Kevin W Lotulung terus mendorong kualifikasi jajarannya dalam hal ini Aparatur Sipil Negara (ASN).

Hal ini dibuktikan dengan digelarnya penandatanganan Perjanjian Kinerja Tahun 2026, Pakta Integritas, serta Komitmen Kinerja Inovatif dan Prestasi Perangkat Daerah, Senin (26/1/2026), di Pendopo Kantor Bupati Minahasa Utara.

Kegiatan ini dipimpin langsung Bupati Minahasa Utara Joune J.E Ganda yang diawali dengan penyampaian sejumlah arahan kepada seluruh Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dilingkup Pemerintah Kabupaten.

Bupati Joune Ganda menjelaskan, penandatanganan tersebut merupakan bentuk komitmen bersama seluruh perangkat daerah dalam mencapai target kinerja terbaik, menjaga integritas, serta terus mendorong inovasi dan prestasi kerja.

“Pada pagi hari ini, saya bersama seluruh kepala OPD melaksanakan penandatanganan perjanjian kinerja, pakta integritas, serta komitmen untuk berinovasi dan berprestasi. Tiga komitmen ini menjadi satu kesatuan yang wajib dijalankan oleh setiap kepala OPD,” ujar Joune Ganda.

Ia menegaskan, terdapat tiga poin utama yang menjadi fokus dalam komitmen tersebut. Pertama, setiap kepala OPD dituntut mampu mencapai kinerja terbaik sesuai target yang telah ditetapkan.

Kedua, kepala OPD harus menjunjung tinggi integritas dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab pemerintahan. Ketiga, seluruh OPD diwajibkan menghasilkan inovasi dan prestasi kerja, seiring status Minahasa Utara sebagai kabupaten dengan kategori sangat inovatif.

“Minahasa Utara selama ini dikenal sebagai daerah dengan pencapaian kinerja yang baik dan masuk kategori kabupaten sangat inovatif. Karena itu, komitmen ini bukan hal yang sulit, tinggal bagaimana kita mempertahankan dan meningkatkan capaian tersebut,” jelasnya.

Bupati Joune juga menekankan pentingnya peningkatan inovasi di tengah tantangan pengurangan dana transfer keuangan dari pemerintah pusat. Menurutnya, inovasi harus memberikan dua dampak sekaligus, yakni peningkatan kualitas pelayanan publik dan peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Kita dituntut untuk lebih inovatif agar pelayanan kepada masyarakat semakin optimal, sekaligus mampu menggali potensi daerah guna meningkatkan PAD. Dengan PAD yang kuat, daerah akan memiliki keleluasaan fiskal untuk membiayai program-program pembangunan secara mandiri,” tegas Joune.

Ia berharap, melalui komitmen kinerja, integritas, dan inovasi tersebut, seluruh perangkat daerah mampu bekerja lebih adaptif, kreatif, dan profesional dalam menghadapi dinamika pembangunan, demi mewujudkan Minahasa Utara yang semakin maju dan sejahtera.(fjr/*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *