Semarak Budaya 2026, Sukses Gelar Seminar Kebudayaan Islam Gorontalo di Kota Bitung

foto saat narasumber menyampaikan materi

BitungSulutkita.com– Upaya melestarikan warisan budaya sekaligus memperkuat nilai-nilai keislaman di tengah masyarakat terus didorong melalui kegiatan Seminar Kebudayaan Islam Gorontalo yang menjadi bagian dari rangkaian Semarak Budaya 2026 di Kota Bitung.

Kegiatan ini diselenggarakan sebagai sarana edukasi dan pertukaran gagasan mengenai pentingnya menjaga eksistensi kebudayaan Gorontalo yang memiliki keterkaitan erat dengan ajaran dan nilai-nilai Islam. Selain itu, seminar tersebut diharapkan mampu meningkatkan kesadaran generasi muda untuk mengenali, memahami, serta melanjutkan tradisi leluhur di tengah dinamika perkembangan zaman.

Seminar ini menghadirkan tiga narasumber, yaitu H. Sarhan Antili, S.E., H. Azhari Laisa, S.Sos., dan Sania Sinta Mokodompit, S.Kom. Ketiganya diharapkan dapat memberikan pemikiran dan pandangan dari berbagai perspektif, mulai dari aspek kebudayaan, sosial keagamaan, hingga pemanfaatan teknologi dalam mendukung pelestarian tradisi.

Pelaksana kegiatan, Rifai Sumenda, menjelaskan bahwa seminar tersebut menjadi ruang diskusi bagi masyarakat, terutama kalangan generasi muda, untuk memperdalam pemahaman mengenai kebudayaan Islam Gorontalo.

foto peserta saat sesi tanya jawab

Ia menilai bahwa menjaga kebudayaan bukan sekadar mempertahankan peninggalan tradisional, melainkan juga memastikan nilai-nilai positif yang terkandung di dalamnya tetap hidup dan diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat. Dengan demikian, warisan budaya tidak hanya menjadi bagian dari sejarah, tetapi juga memiliki peran dalam membentuk karakter generasi penerus.

Dalam pembahasannya, seminar ini menitikberatkan pada keterkaitan antara tradisi masyarakat Gorontalo dengan ajaran Islam. Nilai-nilai tersebut dipandang memiliki kontribusi dalam mempererat hubungan persaudaraan, membangun solidaritas sosial, serta menumbuhkan sikap toleransi dan saling menghargai di tengah keberagaman.

H. Sarhan Antili, S.E., menjadi salah satu narasumber yang diharapkan mengulas pentingnya mempertahankan warisan budaya sebagai identitas masyarakat. Pengetahuan mengenai sejarah dan tradisi lokal dinilai menjadi fondasi penting bagi generasi muda agar tetap mengenal akar budaya yang membentuk kehidupan sosial masyarakat Gorontalo.

Sementara itu, H. Azhari Laisa, S.Sos., diharapkan memberikan perspektif mengenai hubungan nilai-nilai keislaman dengan kehidupan sosial kemasyarakatan. Pembahasan tersebut mencakup pentingnya menjaga persatuan, menciptakan keharmonisan antarmasyarakat, serta mempertahankan tradisi yang membawa manfaat bagi kehidupan bersama.

Adapun Sania Sinta Mokodompit, S.Kom., diharapkan menyoroti tantangan pelestarian kebudayaan pada era digital. Perkembangan teknologi dinilai dapat dimanfaatkan sebagai media strategis untuk memperkenalkan, mendokumentasikan, dan menyebarluaskan kebudayaan Islam Gorontalo agar semakin dikenal oleh generasi muda maupun masyarakat luas.

Tidak hanya berorientasi pada penyampaian materi, kegiatan ini juga dirancang sebagai forum dialog interaktif yang memberikan kesempatan kepada peserta untuk menyampaikan pendapat, pengalaman, dan berbagai gagasan terkait pelestarian budaya. Melalui interaksi tersebut, diharapkan tumbuh pemahaman bahwa keberlangsungan kebudayaan merupakan tanggung jawab bersama seluruh lapisan masyarakat.

Rifai Sumenda menegaskan bahwa penyelenggaraan seminar ini bertujuan menumbuhkan kepedulian terhadap warisan budaya lokal sekaligus memperkokoh nilai-nilai keagamaan sebagai pedoman dalam kehidupan sosial. Ia berharap generasi muda tidak hanya menjadi penerima warisan tradisi, tetapi juga mampu berperan aktif dalam merawat, mengembangkan, dan meneruskannya kepada generasi mendatang.

Melalui rangkaian Semarak Budaya 2026, penyelenggaraan Seminar Kebudayaan Islam Gorontalo di Kota Bitung diharapkan mampu memberikan dampak positif terhadap penguatan identitas budaya, peningkatan pemahaman keislaman, serta pemeliharaan nilai persaudaraan dan toleransi dalam kehidupan masyarakat.

Kegiatan ini sekaligus menegaskan bahwa kebudayaan dan nilai-nilai keagamaan merupakan dua unsur yang dapat berjalan beriringan dalam membangun kehidupan masyarakat yang berkarakter, menjunjung tinggi keberagaman, serta memiliki kepedulian terhadap peninggalan para leluhur.

Semarak Budaya 2026 sendiri merupakan rangkaian kegiatan yang mengedepankan edukasi, dialog, dan pelestarian kebudayaan. Melalui seminar tersebut, penyelenggara berharap warisan luhur kebudayaan Islam Gorontalo dapat terus dipelajari, dilestarikan, dan diwariskan secara berkesinambungan kepada generasi penerus.(arya)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *