Perjuangan Bupati Boltim Berbuah Hasil, Kampung Nelayan Merah Putih Segera Dibangun di Enam Desa


Bolaang Mongondow Timur — Perjuangan dan komitmen Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) dalam mendorong pembangunan sektor kelautan dan perikanan mulai membuahkan hasil. Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menyampaikan rencana pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) Tahun Anggaran 2026 di Kabupaten Bolaang Mongondow Timur.

Rencana tersebut disampaikan langsung oleh tim Kementerian Kelautan dan Perikanan kepada Pemerintah Kabupaten Boltim dalam kunjungan ke Kantor Bupati Boltim, Senin (28/9/2026).

Penyampaian rencana pembangunan KNMP ini dilakukan setelah ditandatanganinya Perjanjian Kontrak Pekerjaan Konstruksi Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih antara Pejabat Pembuat Komitmen Wilayah III dengan PT Galaxy Intranusa selaku pelaksana pekerjaan.

Dalam rencana tersebut, pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih akan menyasar enam desa yang berada di tiga kecamatan, yakni Desa Jiko dan Desa Motongkad Selatan di Kecamatan Motongkad, Desa Buyat Tengah di Kecamatan Kotabunan, serta Desa Matabulu Timur, Desa Iyok dan Desa Loyow di Kecamatan Nuangan.

Bupati Bolaang Mongondow Timur, Oskar Manoppo, SE, MM, didampingi Kepala Dinas Perikanan Erman Mokodompit, S.Pi., bersama jajaran Dinas Perikanan Boltim, menyambut positif rencana pembangunan tersebut.

Bupati menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Boltim memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Program Kampung Nelayan Merah Putih karena program tersebut dinilai sejalan dengan kebutuhan masyarakat pesisir, khususnya dalam meningkatkan kesejahteraan nelayan dan mengembangkan potensi ekonomi daerah.

“Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Timur tentu menyambut baik program Kampung Nelayan Merah Putih ini. Program ini merupakan bagian penting dari upaya kita untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir, khususnya para nelayan,” ujar Oskar.

Menurutnya, kehadiran KNMP di Boltim merupakan hasil dari proses komunikasi dan koordinasi yang terus dilakukan pemerintah daerah dengan pemerintah pusat. Ia berharap program tersebut tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga memberikan dampak langsung terhadap peningkatan produktivitas dan perekonomian masyarakat.

“Kami akan memberikan dukungan penuh agar pembangunan ini dapat berjalan dengan baik, tepat waktu dan tepat sasaran. Yang paling penting, setelah dibangun nantinya harus benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat dan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi di kawasan pesisir,” katanya.

Oskar juga menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Kelautan dan Perikanan yang telah memberikan perhatian terhadap wilayah pesisir Kabupaten Bolaang Mongondow Timur.

Pembangunan KNMP tersebut, lanjutnya, merupakan salah satu bentuk kehadiran pemerintah dalam memperkuat sektor perikanan sekaligus membuka peluang pengembangan ekonomi baru bagi masyarakat di desa-desa pesisir.

Adapun pekerjaan konstruksi KNMP di Boltim memiliki nilai kontrak sebesar Rp27.908.899.000, yang bersumber dari APBN Tahun Anggaran 2026 melalui DIPA Sekretariat Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap dengan nomor SP DIPA-032.03.I.238720/2026.

Kontrak pekerjaan bernomor B.25811.6/DJPT.6/PI.420/PPK/IX/2026 tersebut ditandatangani pada 14 September 2026. Pelaksanaan pekerjaan dipercayakan kepada PT Galaxy Intranusa dengan waktu pelaksanaan selama 105 hari kalender.

Dari enam lokasi pembangunan, Desa Jiko, Kecamatan Motongkad, ditetapkan sebagai KNMP Tipe Hub. Sementara lima desa lainnya, yakni Desa Motongkad Selatan, Desa Buyat Tengah, Desa Matabulu Timur, Desa Iyok dan Desa Loyow, masuk dalam kategori Tipe Penyangga.

Pemerintah Kabupaten Boltim berharap pembangunan tersebut dapat dilaksanakan secara optimal dengan dukungan seluruh pihak, sehingga keberadaan Kampung Nelayan Merah Putih benar-benar menjadi pusat pertumbuhan ekonomi masyarakat pesisir.

Program tersebut juga diharapkan dapat memperkuat sektor perikanan, meningkatkan kualitas kehidupan nelayan, menciptakan aktivitas ekonomi baru, serta memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat di enam desa penerima program.

Bagi Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Timur, terealisasinya program Kampung Nelayan Merah Putih ini menjadi langkah penting dalam mewujudkan pembangunan kawasan pesisir yang lebih produktif, mandiri dan berkelanjutan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *