Tergerak Hati, Tokoh Muda Minahasa Utara William Luntungan Terjun Bersama Timnya Tangani Kebakaran Karhutla di Kaki Dian

Tokoh muda Minahasa Utara William Luntungan saat terjun besama tim lakukan pemadaman di Kaki Dian.

MinutSulutkita.com–Kondisi cuacam ekstrim yakni badai El-Nino yang melanda sejumlah wilayah tak terkecuali di Kabupaten Minahasa Utara (Minut) mengakibatkan beberapa titik hutan dan lahan mengalami kebakaran.

Apalagi terdapat daerah di Minahasa Utara seperti kawasan wisata monumen Kaki Dian, Kecamatan Airmadidi terdampak kebakaran lahan. Merepotkan tim pemadam wilayah tersebut berbukit sehingga mengalami kesulitan oleh tim pemadam kebakaran.

Bahkan, tak hanya itu, kesulitan air juga dialami oleh tim pemadam kebakaran. Kondisi ini turut mendapat perhatian Tokoh Pemuda Minahasa Utara William Luntungan. Ia bersama Tim Orange Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Minut, langsung turun langsung membantu menyuplai air ke armada Damkar yang sedang melakukan pemadaman di sejumlah titik, salah satunya di kawasan Kaki Dian, Senin (21/9/2026).

Dukungan tersebut dilakukan dengan memanfaatkan dua unit penampungan air yang masing-masing berkapasitas 1.200 liter. Kedua penampungan itu diangkut menggunakan truk dump milik DLH Minut untuk kemudian disalurkan ke armada pemadam di lokasi kejadian.Dalam satu kali pengangkutan, tim pendukung mampu membawa sekitar 2.400 liter air untuk memenuhi kebutuhan operasional pemadaman.

“Hari Minggu kemarin suplai air sekitar tiga sampai empat ret ke mobil Damkar. Hari ini juga masuk tiga ret, dan data pengisian masih terus direkap oleh tim,” ungkap William saat mendampingi proses pemadaman.

Berdasarkan estimasi pengiriman pada Minggu, pasokan air yang disalurkan mencapai sekitar 7.200 hingga 9.600 liter. Sementara pada hari berikutnya, pengiriman kembali dilakukan sebanyak tiga ret, dengan jumlah keseluruhan masih dalam proses pendataan oleh tim di lapangan.

Menurut William, dukungan suplai air tersebut menjadi bagian penting dalam memperlancar proses pemadaman, terutama untuk mengurangi waktu yang dibutuhkan armada Damkar untuk mencari atau mengisi ulang pasokan air. “Dengan ketersediaan air yang lebih dekat dengan lokasi kejadian, proses penyiraman terhadap titik-titik api dapat dilakukan secara berkelanjutan tanpa terlalu terkendala persoalan pasokan air,”jelasnya.

Kolaborasi antara masyarakat, DLH Minut dan petugas Damkar tersebut diharapkan dapat membantu mempercepat penanganan karhutla sekaligus mencegah meluasnya titik api.(fjr/*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *