Salut! Hari Pertama Tahun Ajaran Baru, Wali Kota Kotamobagu Weny Gaib Jalan Kaki Antarkan Anak ke Sekolah

Wali Kota Kotamobagu Weny Gaib saat mengantarkan anak lelakinya masuk sekolah perdana.

KotamobaguSulutkita.com–Hari pertama tahun ajaran baru di Kota Kotamobagu diwarnai aksi humanis dari orang nomor satu di daerah tersebut. Wali Kota Kotamobagu, dr. Weny Gaib, memberikan teladan langsung dalam mendukung Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI) melalui program Gerakan Ayah Mengantar Anak ke Sekolah (GAMAS), Senin (13/07/2026).

Pantauan di lokasi, Wali Kota yang mengenakan pakaian dinas khaki lengkap, memilih berjalan kaki dari Rumah Dinas menuju Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 4 Kotamobagu demi mendampingi putra tercintanya, Fhatan Gaib. Kedatangan bapak dan anak ini pun langsung disambut hangat oleh kepala sekolah beserta para guru di gerbang masuk.

Aksi nyata ini merupakan bentuk implementasi langsung dari kebijakan daerah, yakni Surat Edaran Wali Kota Nomor 96/W-KK/IV/2026 tentang Penguatan Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI). Regulasi tersebut sengaja diterbitkan untuk mendorong keterlibatan aktif para ayah dalam mengawal pendidikan serta tumbuh kembang anak secara emosional.

Di sela-sela kegiatannya, Wali Kota Weny Gaib mengajak seluruh figur ayah di Kota Kotamobagu untuk tidak ragu mengambil peran nyata dalam pengasuhan, yang bisa dimulai dari kebiasaan sederhana di pagi hari.

Pagi ini saya turut mendukung dan mengajak seluruh ayah di Kota Kotamobagu untuk mengambil peran aktif dalam pendidikan dan tumbuh kembang anak melalui GAMAS,” ujar Wali Kota.

Ia menekankan bahwa mendampingi anak menuju ruang kelas bukan sekadar rutinitas pagi atau formalitas pengantaran, melainkan sebuah investasi emosional yang berdampak besar pada psikologis sang anak.

“Mengantar anak ke sekolah bukan sekadar rutinitas, tetapi menjadi momen berharga untuk membangun kedekatan, memberikan semangat, serta menanamkan rasa percaya diri kepada anak sebelum memulai aktivitas belajar,” tambahnya.

Menurut Weny, hadirnya sosok ayah di awal hari—walau hanya lewat senyuman, untaian doa, dan suntikan motivasi ringkas—memiliki daya dorong yang luar biasa bagi masa depan anak-anak.

Di akhir penyampaiannya, Wali Kota berharap GAMAS tidak berhenti sebagai gerakan momentum saja, melainkan bermutasi menjadi budaya positif yang langgeng di tengah masyarakat Kotamobagu.

“Karena pendidikan yang berkualitas dimulai dari perhatian dan kasih sayang orang tua, baik ibu maupun ayah. Ayah hadir, anak semangat belajar, dan keluarga semakin kuat,” pungkasnya.(Bm/*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *